Santriyah MTs TPYQ 2 Muria
Manfaatkan Limbah Organik untuk Pupuk  

0
1343
Para santriyah MTs TPYQ 2 Muria saat diajak praktik membuat Pupuk Organik Cair (POC), belum lama ini

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Memanfaatkan limbah organik yang melimpah di pondok, para santriyah MTs TPYQ 2 Muria peminatan riset memanfaatkannya sebagai Pupuk Organik Cair (POC), yang dapat dipergunakan untuk memupuk tanaman.

Menurut Ustazah Mumpuni Sumiwi Rahayu SPd, guru pendamping riset MTs TPYQ 2 Muria, POC tersebut dibuat dari limbah kulit buah dan sayur yang berasal dari dapur pondok, antara lain kulit buah jeruk pamelo, kulit semangka, kulit pepaya, kulit pisang, kulit mangga, kulit nanas, kulit mentimun, bayam, dan kulit labu siyam.

“Kulit buah dan sayur itu memang sengaja kita kumpulkan untuk pembuatan eco enzyme. Setelah terkumpul, kemudian dijadikan satu dalam wadah toples plastik dan diberi gula tetes tebu (molase), kemudian ditambahkan air,” terangnya.

Ustazah Mumpuni Sumiwi Rahayu menjelaskan lebih lanjut, bahwa dalam pembuatan eco enzyme, perbandingannya adalah 3 (buah) : 1 (Molase) : 10 (air). “Jenis eco enzyme yang dibuat ini ada dua, yakni berupa pupuk dan sabun. Untuk eco enzyme sabun bisa ditambahkan 2 lerak setiap perbandingan,” paparnya.

Guru pendamping riset lain, Ustazah Mushowwifah MPd, mengutarakan, manfaat eco enzyme sangat banyak. Antara lain sebagai POC, penghilang kerak, mencuci baju dengan sabun alami, dan bisa juga untuk sabun pencuci piring.

“Kulit buah dan sayur ditimbun sekira 90 hari, dan setiap sepekan sekali tutup dibuka, supaya gas yang ada di dalam wadah bisa keluar. Setelah 90 hari lalu disaring dan dimasukkan ke wadah botol yang sudah tidak terpakai untuk dimanfaatkan,” katanya.

Respons para santriyah sangat bagus dengan program praktik pembuatan POC ini. Fatihatul Auliya Zahra, santriyah kelas IX C, salah satunya. Ia mengaku senang dengan pembuatan pupuk organik ini dengan praktik langsung.

“Seru. Kami jadi tahu manfaat limbah buah dan sayur. Menariknya, dalam hal ini pembuatan pupuk organic dan sabun berbahan limbah (alam) ini, tidak sekadar teori, tetapi diajak praktik langsung,” ujarnya. (fid/ ad, rid, ros)

Comments