
BOYOLALI, Suaranahdliyin.com – Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (JATMAN), Kiai Hasbullah Ahmad Zubair menegaskan kembali visi utama yang menjadi pedoman seluruh langkah gerak organisasi. Visi ini adalah memasyarakatkan Thariqah dan menthariqahkan Masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Rais Ketua Idarah Syu’biyah Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (Jatman), Kiai Hasbullah Ahmad Zubair dalam kegiatan Manaib Kubro ke-4 Jatman di Pondok Pesantren An Nur, Desa Gremyuk Tanjung, Kecamatan Klego,.Sabtu, (7/11/2026)
Kiai Hasbullah menguraikan makna dari visi Jatman ini. Pertama, ajaran thariqah tidak boleh menjadi sesuatu yang jauh, tertutup, atau hanya dimengerti oleh segelintir orang saja.
“Thariqah harus dikenal, dipahami, dan dirasakan keindahannya oleh seluruh lapisan masyarakat — sebagai jalan menyempurnakan ibadah,” ujarnya
Makna Kedua, lanjutnya, masyarakat tidak hanya sekadar tahu tentang thariqah, tetapi benar-benar diajak untuk melangkah di atas jalan menuju Allah SWT dengan lisan yang senantiasa berdzikir, hati selalu ingat kepada-Nya, dan amal perbuatan yang senantiasa menjauh dari segala perbuatan tercela.
“Mari kita selalu membersihkan hati, dan memperindah akhlak, yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunah,”ajak Kiai Hasbullah.
Kiai Hasbullah menambahkan kegiatan Manaqib Kubro menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antarjamaah dari berbagai kecamatan, menyamakan langkah, dan memperteguh tekad agar ke depan ajaran thoriqoh semakin hadir di tengah-tengah masyarakat, membawa kedamaian hati, keberkahan hidup, dan ketentraman bersama.”
“Semoga seluruh langkah pengabdian ini senantiasa dalam lindungan, petunjuk, dan ridha Allah SWT, serta menjadi amal jariyah yang terus mengalir kebaikan bagi kita semua, keluarga, masyarakat, agama, dan nusa bangsa.”harapnya.
Kegiatan dihadiri para pengurus serta jamaah Jam’iyyah Ahlith Thoriqah dari berbagai penjuru wilayah Kabupaten Boyolali.(bani/adb)



































