Ma’arif NU Jateng Ikuti Rakor Pokja Pendidikan Inklusi Kemendikbud di Surabaya

0
147
Rakor Pokja Pendidikan Inklusif Kemendikbud di Surabaya

SURABAYA, Suaranahdliyin.com – Lembaga Pendidikan Ma’arif PWNU Jawa Tengah mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Kelompok Kerja (Pokja) Pendidikan Inklusi yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Hotel Shangri-La Surabaya, Jumat – Ahad (12-14/ 07/ 19).

Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus (PK) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Dr. Sanusi, M.Pd., memaparkan, tujuan rakor kali ini untuk menjelaskan arah kebijakan pendidikan inklusif.

Diantaranya, mengevaluasi pelaksanaan program pendidikan inklusif di propinsi/kabupaten/kota, melakukan koordinasi dan sinkronisasi antara pusat dan daerah untuk penyelenggaraan pendidikan inklusif di semua jenjang pendidikan, dan mensinergikan masukan dan usulan daerah dengan arah kebijakan pendidikan inklusif Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus.

“Sehingga diharapkan tercipta sebuah sinergi yang solid agar implementasi pendidikan inklusif ini bisa maksimal di lapangan,” katanya.

Ketua bidang kerjasama antar lembaga LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah, Miftahul Huda menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini. Ia juga menceritakan beberapa langkah LP Ma’arif NU Jateng untuk turut mensukseskan program pendidikan inklusi di daerah-daerah yang ada di Jawa Tengah.

Sampai saat ini LP Ma’arif NU Jateng sudah berkomunikasi dengan para stakeholder dari pemerintah daerah, seperti Kabupaten Semarang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Kebumen, dan Kabupaten Brebes, juga pihak-pihak terkait seperti Bappeda, Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama. Tidak hanya itu, program pendidikan inklusif ini juga telah disuarakan kepada badan otonom serta lembaga di bawah naungan NU di cabang.

“Sejauh ini sudah ada perhatian dari Dinas Pendidikan Kabupaten seperti di Banyumas dan Kebumen, untuk melatih guru sekolah dan madrasah agar menjadi guru pendamping khusus. Kendala utama yang dihadapi adalah soal ketersediaan anggaran. Kami tidak bisa mendampingi semuanya karena anggaran yang ada,” terang Huda.

Baca Juga : LP Ma’arif NU Jateng Didorong Kuatkan Pendidikan Berbasis 6T dan IT

Selain dinas dan lembaga, kata Huda, LP Ma’arif NU Jateng juga bekerja sama dengan beberapa komunitas dan yayasan yang intens dengan aktivitas program inklusif seperti Kampung Indonesia Peduli di Kabupaten Semarang, Jamur Dwipa di Kabupaten Banyumas, Rumah Inklusi di Kabupaten Kebumen, Forum Masyarakat Peduli Pendidikan dan Gerakan Kembali Bersekolah di Kabupaten Brebes, Serta perguruan tinggi seperti IAINU Kebumen, UNU Purwokerto, dan UIN Walisongo Semarang.

“Dari Ma’arif NU Jateng bersyukur bisa ikut andil dalam rakor yang sangat menarik kali ini. Dari sini banyak pelajaran yang bisa kami petik untuk melatih guru ataupun melakukan pendampingan di madrasah-madrasah yang ada di Jawa Tengah,” kata pria yang juga sebagai program officer Program Pendidikan Inklusi Kemitraan LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah dengan Unicef ini. (Ibda/rid)

Comments