Koko Prasetyo, Perintis Terbentuknya Pagar Nusa Jepang

0
612
Bendahara PC PSNU Pagar Nusa Batang, R. Koko Prasetyo

BATANG,Suaranahdliyin.com – “Syiarkan NU melalui Pencak Silat’. Demikian ungkapan singkat motivasi bendahara Pimpinan Cabang Pencak SIlat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Batang Jawa Tengah R. Koko Prasetyo,ST dalam mengenalkan Pencak Silat NU kepada masyarakat.

Tidak hanya di kota kelahirannya, pria yang biasa disapa Koko ini ternyata pernah mengembangkan Pagar Nusa hingga luar negeri, tepatnya di Jepang. Berkat kegigihannya, Pagar Nusa negeri matahari terbit bisa terbentuk.

Saat ditemui Suaranahdliyin.com pada kejurda Pagar Nusa Jateng belum lama ini, pemilik alamat desa Siberuk Rt 2 RW 2 kecamatan Tulis Batang ini menuturkan dirinya bersama beberapa teman merintis terbentuknya Pagar Nusa waktu kerja di Jepang pada tahun 2017.

“Motivasinya, untuk mendukung dakwah NU perlu sesuatu yang menarik. Dan, Pagar Nusa salah satunya yang diterima di Jepang,”ungkap pemilik Kursus Bahasa Jepang di Batang.

Pada awal kerja tahun 2017 itu, tuturnya, Koko menyampaikan keinginan mengenalkan pencak silat kepada Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jepang. PCINU memberikan dukungan, kemudian ia mencari anggota sesama pekerja Indonesia.

“Waktu itu, bertemu tiga orang asal Grobogan dan Karanganyar. Kami melangkah silaturahim ke PCINU dan alhamdulillah diterima,”terang Koko yang kenal Pagar Nusa sejak duduk di bangku SMP.

Selama satu tahun, Pagar Nusa jepang yang ia bentuk melaksanakan sosialisasi hingga berkegiatan mulai latihan dan penampilan mengisi event-event PCINU Jepang.

“Berkat publikasi melalui media sosial, Pagar Nusa Jepang bisa berkembang hingga sekarang.”ungkap Koko.

“Sampai kini, anggota Pagar Nusa jepang sudah mencapai 200 orang,”sambungnya.

Pada 2019, Koko pulang ke tanah air lantaran masa kerjanya habis. Kepemimpinan Pagar NUSa jepang diserahkan pada Solikin pekerja di daerah Nabiya Hiroshima.

“Pagar Nusa telah bisa melaksanakan harlah pertama di Jepang dengan kolaborasi banom lain seperti Ansor dan Banser,”tuturnya.

Adanya Pagar Nusa,menurutnya, masyarakat Jepang bisa mengenal pencak silat NU. Apalagi, pencak silat sebagai budaya Indonesia selalu menunjukkan penampilan yang atraktif sehingga menjadi daya tarik tersendiri.

“Disamping itu, terbentuknya Pagar Nusa ini juga menjadikan pekerja Jepang bisa turut khidmah untuk NU,”imbuhnya mengakhiri perbincangan.(Qomarul Adib/ros)

Comments