Kiai Moch Harowi: Cukup Ikut NU yang Sudah Teruji Kiprahnya

0
608
Rutinan Majelis Dzikir dan Shalawat Nunggal Roso yang digelar warga NU Ranting Jeron, Kecamatan Nogosari, Boyolali baru-baru ini.

BOYOLALI, Suaranahdliyin.com – Warga Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Jeron, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali menyelenggarakan pengajian dalam rangka Rutinan Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) “Nunggal Roso”, Kamis (31/10/2019) malam lalu.

Diikuti tak kurang dari 600 jemaah, rutinan ini menjadi penanda peningkatan dari rutinan pertama yang sekitar 400 jemaah. Pada gelaran ini, GP. Ansor-Banser serta Pagar Nusa Nogosari dan Ngemplak turut serta dalam zikir dan bershalawat, menyimak tausiyah, sekaligus menjaga ketertiban pengajian.

Rutinan kedua MDS Nunggal Roso, ini dimeriahkan oleh grup Hadroh Nurul Ikhlas pimpinan Kiai Nurrohman, salah satu tokoh yang banyak memberi dukungan akan keberadaan majelis ini. Pada kesempatan ini, tausiyah disampaikan oleh Kiai Moch Harowi, dari Kanoman, Gagaksipat, Ngemplak, Boyolali.

Dalam tausiyahnya, Kiai Moch Harowi menekankan pentingnya penguatan ke-Aswaja-an dan ke-NU-an kepada seluruh kader NU, temasuk GP. Ansor-Banser Jeron. “Kita jangan pernah takut ataupun mundur dalam menghadapi rongrongan ataupun nyinyiran orang-orang yang ‘tidak sepandangan’ dengan kita,” tegasnya.

Dia menambahkan, prinsip NU adalah almuhafadzatu ‘ala al-qadimi al-shalih, wa al-akhdzu bi al-jadidi al-ashlah (melestarikan tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi/hal-hal baru yang lebih baik).

“Cukuplah kita ikut NU yang sudah teruji kiprahnya, dalam menyebarkan Aswaja di Nusantara serta ikut andil dalam perjuangan kemerdekaan. Jangan terseret ikut dengan ajaran ‘Islam baru’ yang dengan gampangnya mengafirkan dan membid’ahkan yang tidak sejalan,” tandasnya. (mashuli, sis/adb, ros, gie, rid)

Comments