KH Zamhari Jelaskan Tiga Bekal agar Mampu Menunaikan Ibadah Haji

0
707
Pamitan dan mohon doa kepada saudara dan tetangga dalam walimatussafar

BOYOLALI, Suaranahdliyin.com – Di Nusantara, walimatus safar sudah menjadi tradisi bagi calon jamaah haji. Mereka mohon maaf dan minta doa restu kepada keluarga, kerabat, dan tetangga. Demi kelancaran, keselamatan, dan keberkahan pelaksanaan haji di tanah suci.

KH Zamhari dari Ngaliyan Semarang mengatakan, bekal untuk (mampu) menunaikan ibadah haji itu tiga, yakni niat, tindakan, dan doa.

“Ketiganya bila dilakukan dengan penuh keyakinan dan kesungguhan, insyaAllah akan terlaksana ziarah ke Mekah – Madinah dan mendapat haji mabrur mabrurah,” katanya dalam walimatus safar Ustadz Sururum beserta istri Siti Sopiatun di Dukuh Beran, Desa Karangjati, Kecamatan Wonosegoro, Selasa (6/6/2023).

Dijelaskan, niat itu dapat kita mulai segera, bahkan ketika seakan tidak mungkin bisa menunaikan haji. Kemudian ditunjukkan tindakan atau perilaku yang penuh kesungguhan untuk mewujudkannya. “Jika ada niat baik, maka akan ada jalan,” tuturnya.

Kemudian lanjutnya, niat dan tindakan harus diperkuat doa harapan agar terlaksana keinginan haji tersebut. “Dulu waktu masih muda, saya juga menganggap berat melaksanakan haji, namun saya bertekad untuk nenunaikan haji dengan modal tiga hal tersebut. Sekarang alhamdulillah sudah haji 5 kali,” kisahnya.

Menurutnya, yang penting dalam pelaksanaan haji adalah penghayatan setiap rukunnya. “Semisal, selain thawaf memutari kakbah mestinya juga memahami sejarah dan esensi thawaf serta menghayati setiap doa-doa yang dilafalkan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan haji tambahnya, mesti menahan perilaku buruk seperti gampang marah atau gampang  menyalahkan orang lain. Namun bisa (belajar) tawadhu’ dan sabar yang nanti juga dipraktikan setelah sampai di tanah air.

Rais Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Wonosegoro KH Shodiq Dimyati mengatakan, calon haji yang akan berangkat harus mempersiapkan diri dengan baik. Menurutnya ada 3 hal yang perlu dipersiapkan.

Pertama, kesehatan fisik dan mental yang harus dijaga. Kedua, persiapan administrasi keberangkatan yang rapi. Dan ketiga, memahami alur keberangkatan dan disiplin agar lancar pelaksanaannya. “Persiapan yang baik dan rapi membuahkan kelancaran dan meminimalisir hambatan rangkaian haji,” ujarnya.

Foto bersama keluarga dan saudara usai walimatussafar

KH Shodiq yang juga Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) NU Arofah Wonosegoro menjelaskan, ada 19 calon jamaah haji yang tergabung KBIH NU Arofah tahun ini. “Serangkaian manasik haji dan pemenuhan administrasi telah dipenuhi dan tinggal berangkat. Semoga lancar dan mabrur,” harapnya. (siswanto ar/ ros, adb, rid)

Comments