KH. Sya’roni Ahmadi: Tak Ada Kitab Suci yang Dihafal Kecuali Al-Qur’an

0
993
KH. Sya’roni Ahmadi dituntun dengan menggunakan kursi roda.

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Mustasyar PBNU KH. Sya’roni Ahmadi menyebut tidak ada yang hafal kitab suci selain Al-Qur’an kecuali Nabi mereka sendiri. Oleh sebab itu kitab-kitab tersebut sangat rawan diubah teks aslinya.

Hal itu disampaikan ketika menjelaskan tafsir QS. Al-Maidah ayat 65-66 di Masjid al-Aqsha Menara Kudus, Senin (13/05/19). “Mengapa kitab Taurat, Injil dan kitab-kitab lain selain Al-Qur’an rawan diubah? Sebab tidak ada yang hafal kecuali Nabinya sendiri,” sebutnya.

Kitab Taurat, terang KH. Sya’roni, yang hafal hanya Nabi Musa dan Nabi Harun. Jadi kalau sekarang ada kekeliruan tidak ada yang bisa meluruskan. Berbeda dengan al-Qur’an yang dihafal oleh banyak orang. “Bahkan anak-anak kecil saja sudah banyak yang hafal. Itu keistimewaan Al-Qur’an,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, KH. Sya’roni memaparkan perilaku orang-orang Yahudi yang tidak mau mengakui kerasulan Nabi Muhammad meski telah disebutkan tanda-tandanya dalam Taurat dan Injil. Yang lebih parah lagi, mereka bahkan berani mengubah ayat-ayat Allah di dalam kitab mereka.

“Padahal jikalau mereka itu mau mengimani Nabi Muhammad sebagai utusan, Allah akan menghapus kesalahan dan dosa mereka lalu menggantinya dengan kebaikan,” papar Mbah Sya’roni menafsirkan ayat ke 66 QS. Al-Maidah.

Lebih lanjut, KH. Sya’roni menjelaskan, Nabi Muhammad adalah manusia yang dijaga langsung oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, baik jasad maupun ruh, selamanya. Ulama ahli ilmu Al-Qur’an ini kemudian menceritakan bukti-bukti mengenai hal tersebut. “Pernah ada orang Yahudi yang mau mengambil jasad Nabi Muhammad yang telah dikubur, tapi akhirnya ketahuan,” katanya. (rid, gie/ adb, ros)

Comments