
PATI,Suaranahdliyin.com – KH. Muhammadun dikenal sebagai ulama yang sederhana dan zuhud. Hal ini tampak ketika ia ditawari oleh pemilik Pabrik Rokok Jambu Bol HM Ma’roef untuk dibangunkan rumah.
Cerita ini disampaikan oleh putra ke-6 KH. Muhammadun, KH. Muhammad Aniq Muhammadun dalam acara Haul ke-39 di Masjid Jami’ Pondowan, Tayu Pati, Sabtu (27/04/19).
“Awalnya KH. Muhammadun dimintai doa oleh pemilik pabrik rokok Jamboe Bol supaya rokoknya bisa tembus pasar nasional,” kata Kiai Aniq memulai cerita.
Singkat cerita, lanjut Kiai Aniq, berkat doa tersebut akhirnya PR Jamboe Bol bisa berjaya. Kemudian setelah itu, HM Ma’roef sowan lagi kepada KH. Muhammadun untuk menawarkan jasa agar bisa membangun rumah yang bagus untuk KH. Muhammadun.
Tetapi tawaran itu ditolak oleh KH. Muhammadun dan meminta supaya dibangunkan masjid saja.
“Kata bapak ketika itu omahku gedek lah, nek taseh pengen bantu nggeh jenengan bangunke masjid mawon (rumahku dari anyaman bambu tidak apa-apa, kalau masih mau bantu ya bapak bangunkan masjid saja),” tuturnya menirukan KH. Muhammadun.

Akhirnya permintaan itu pun disetujui oleh HM Ma’roef. Ia membiayai sepenuhnya pendirian Masjid Jami’ Pondowan yang selesai pada tahun 1962.
“Sebab masjid ini dibangun, masyarakat kemudian bisa bangkit, berkat jasa para beliau itu,” ujarnya.
Semakin ke sini, imbuhnya, masyarakat semakin maju dan bisa memperluas bangunan masjid serta membangun makam KH. Muhammadun.(rid,mail,gie/adb,ros)