HSN Kecamatan Dawe, Dari Kirab Hingga Kepungan Ratusan Nampan

0
714
Rais MWC NU Dawe, KH. Thoha Fathoni melepas peserta kirab HSN Kecamatan Dawe

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Peringatan hari santri 22 Oktober berlangsung meriah hampir di setiap daerah. Berbagai kegiatan seperti lomba, kirab dan aktivitas religi ala santri digelar semarak. Khusus di Kecamatan Dawe, MWC NU bersama Banom menggerakkan sekitar 6.000 santri untuk parade kirab di sepanjang jalan Kudus-Colo mulai Cendono hingga Piji Lau.

Sebelumnya, berbagai jenis lomba juga telah digelar seperti MQK (musabaqah qiraatil kutub), Lomba Cerdas Cermat (LCC) Aswaja, menggambar logo NU (khusus MI/SD) dan video blog (vlog). Pada malam hari sebelum kirab juga diadakan istighatsah kebangsaan yang menghadirkan Syuriah NU Kecamatan Bae KH. Masyhud Siraj.

Ketua MWC NU Dawe H.M. Djamasri menegaskan peringatan hari santri sejak 2015 adalah ekspresi atau wujud syukur kita menjaga Indonesia. Ia menceritakan bagaimana perjuangan santri dan kiai dalam berjuang mengusir penjajah dari bumi pertiwi.

“Kita harus selalu ingat perjuangan kiai dan santri dulu. Beliau-beliau itu syuhada’ yang rela menyerahkan apa saja demi Indonesia,” jelasnya di Lapangan Cendono, Selasa (22/10/19).

Untuk itu, imbuh dia, tugas santri hari ini adalah menjaga apa yang telah diwariskan para syuhada’ kita itu. Menjaga NKRI, menjaga Pancasila dan berkontribusi untuk kemajuan dan kesejahteraan kita bersama.

Sementara itu, di lokasi yang berbeda, 2.000 lebih santri Miftahul Falah Cendono mengadakan kepungan ratusan nampan. Demikian untuk menggambarkan kesederhanaan, kebersamaan dan kesahajaan seorang santri.

“Pada 22 Oktober Miftahul Falah berusaha mengadakan ini setiap tahun. Perayaan hari santri ini dimaksudkan supaya mereka ingat jati dirinya. Makanya selain berdoa, tawassul dan maulid kami ajak untuk kepungan umum,” terang Machsun Hadi, wakil kepala bagian sarpras dan hubungan masyarakat (humas) MA NU Miftahul Falah.

Mahalul Qiyam pembacaan maulid Nabi sebelum kepungan umum kiai dan santri Miftahul Falah Cendono Dawe Kudus

Untuk lebih menarik minat santri yang notabene adalah kaum millennial, Machsun juga membuat kompetisi fotografi santri yang diperuntukkan khusus santri Miftahul Falah. Mereka bisa mengaplud foto tentang kegiatan santri Miftahul Falah di instagram dengan tagar #SantriMiffa dan caption semenarik mungkin.

Meski terik, prosesi kepungan umum itu dilaksanakan di halaman madrasah. Kendati begitu, para santri dan masyayikh tetap berbaur menikmati nasi dengan lauk sambal, tahu, tempe dan sayur urap. Mereka semua tampak bahagia dengan jagongan ala santri yang penuh canda dan tawa.

“Panas sih memang, tapi tetap seru dan nikmat. Ada kekompakan dan kebahagiaan yang tidak bisa dungkapkan,” kata Min Amrina Yusro, santri MA NU Miftahul Falah Cendono. (rid/adb)

Comments