Dari Wisuda Santriyah MA NU Banat Kudus
H Suhadi: Harus Seimbang antara Ilmu dan Akidah

0
510
H Suhadi, kepala Kemenag Kabupaten Kudus

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Ratusan santriyah (siswi) kelas XII MA NU Banat Kudus diwisuda, Ahad (22/5/2022) kemarin. Penglepasan dan muwadaah dilaksanakan secara offline, dan dihadiri oleh orang tua murid, dewan guru, para kiai, habaib, dan juga dari Kementerian Agama (Kemenag).

Kepala Kemenag Kabupaten Kudus, H Suhadi SAg MSi, dalam kesempatan sambutan, mengapresiasi positif pihak madrasah, yang telah menjawab tantangan isu strategis tentang madrasah. “Dulu madrasah selalu diremehkan dalam hal kualitas, popularitas dan daya saing dengan sekolah umum, sehingga madrasah sering dinomorduakan,” ujarnya.

Menurutnya, MA NU Banat sudah menjadi madrasah yang sudah memenuhi ketiga kriteria, yakni kualitas, popularitas dan daya saing untuk menjawab pandangan negatif tentang madrasah. Bahkan, madrasah ini sudah menjadi mitra Kemenag, dalam upaya meningkatkan layanan pendidikan Islam yang merata dan bermutu.

“Kualitas MA NU Banat Kudus terbukti berprestasi di tingkat internasional. Secara popularitas, kini menjadi pilihan pertama orang tua menyekolahkan anaknya di madrasah. Dan lulusannya memiliki daya saing di perguruan tinggi Islam maupun umum,” paparnya.

Kepada para santriyah yang diwisuda, ia berpesan agar tak pernah berhenti menuntut ilmu dan belajar. “Kalian tidak hidup di zaman orang tua kalian. Tantangan di depan lebih berat. Harus bisa menyesuaikan antara ilmu pengetahuan, teknologi, bahasa, karakter, dan akidah. Semua harus seimbang,” tuturnya sembari mengingatkan untuk senantiasa menghormati orang tua dan guru.

Habib Hasan al Jufri, dalam tausiyahnya, menuturkan, mendapat pendidikan di tempat yang tertanam kebiasaan baik seperti salat berjamaah, membaca al-Quran, berkumpul dengan orang-orang saleh salehah, adalah hal yang wajib disyukuri. “Maka santriyah yang hari ini diwisuda, mesti bersyukur karena mendapatkan kenikmatan besar seperti itu,” tegasnya.

Lebih lanjut Habib Hasan mengutarakan, perempuan adalah kaum hebat, yang peranannya tidak bisa dipandang sebelah mata. “Untuk itu, santriyah selepas lulus harus tetap menerapkan kebiasaan-kebiasaan baik di madrasah dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya. (sim/ rid, ros, adb)

Comments