Gus Nadhif: NU Berdiri Atas Prinsip Anut Ulama

0
606
Gus Nahif menyampaikan mauidah hasanah dalam Kelet Bershawalat

JEPARA, Suaranahdliyin.com – Nahdlatul Ulama berdiri pada tahun 1926. Lembaga yang mewadahi masyarakat dan tokoh ulama nahdliyin ini didirikan atas prinsip menganut ulama. Menganut ulama sama halnya dengan menganut Nabi Muhammad Saw.

Demikian yang disampaikan Intruktur nasional PP GP Ansor KH Ahmad Nadhif Abdul Mudjib dalam tausyiah  acara “Kelet Bersalawat” Rabu kemarin (05/07/2023).

Kiai yang akrab disapa Gus Nadhif itu mengatakan bahwa panutan orang Islam adalah Nabi Muhammad SAW. Lebih lanjut, ketika butuh mempelajari ilmu-ilmu dan kitab Rasulullah, dapat dengan cara anut para kiai.

“Panutan orang Islam hanya Nabi Muhammad SAW, kalo kita butuh mempelajari kitab-kitab Rasul kita belum mampu semuanya, tapi ada solusinya yaitu anut para kiyai,” ujar Gus Nadhif.

Dalam Sholawat yang dirangkai dengan acara Festival anak-anak (FAIS) dan rebana itu juga dihadiri oleh Habib Ahmad Zainal Abidin Al Jufry, KH Ahmad Nadhif Abdul Mudjib, dan Sayyid Syauqi Bin Shodiq Bil Faqih.

Gus Nadhif menjelaskan, dari “anut para kiyai” dibentuk sebuah organisasi NU yang mewadahi para kiyai. Sejak dulu NU mengumpulkan para kiyai nusantara diwakili oleh Syaikhona Kholil Bangkalan.

“NU berdiri mengumpulkan 2 komponen yang tidak boleh dipisahkan, yaitu Ide dari Syaikhona Kholil Bangkalan lalu kemudian menunggu restu dari Habib Hasyim bin Umar bin Yahya. Artinya sudah sejak semula NU mengumpulkan kiyai nusantara diwakili oleh Syaikhona Kholil Bangkalan dan juga mendapat restu,” lanjut Gus Nadhif.

Berdirinya NU berawal dari berkumpulnya kiyai nusantara. “Dari Kiyai nusantara berkumpul bersama Habib, Dzurriyah Rasulullah SAW kemudian terciptalah Nahdlatul Ulama,” imbuhnya. (Mufidatul Azizah, mahasiswa PPL Profi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Kudus)

Comments