Gus Bab: Jangan Tergoda Aliran yang Tidak Sesuai Aswaja

0
372
KH. M. Ulil Albab Arwani menyampaikan sambutan sebelum membaiat para santrinya yang telah merampungkan studi/ Foto: akun youtube Santri Menara.

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Ketua Pengurus Yayasan Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus, KH. M. Ulil Albab Arwani berpesan kepada ratusan santrinya yang akan segera lulus dari MA NU TBS, agar tidak tergoda dengan ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan ahlussunnah wal jama’ah.

Hal itu disampaikan usai membai’at ratusan santrinya yang akan segera lulus, dalam Haflatul Muwada’ah yang dilangsungkan di halaman madrasah tersebut, pada Ahad (26/5/2019) malam.

‘’Kalian harus selalu mengikuti apa yang diajarkan para kiai dan guru selama belajar di madrasah. Meneruskan (studi) di mana saja (selepas dari TBS), tentu banyak godaan-godaan. Pesan Saya, jangan tergoda dengan aliran- aliran yang tidak sesuai ajaran Aswaja,’’ tuturnya.

Gus Bab –demikian H. M. Ulil Albab Arwani biasa disapa- juga mengemukakan, bahwa para kiai dan guru-guru di TBS, senantiasa mendoakan para murid atau santrinya. ‘’Gurumu selalu mendoakan kamu, maka kamu jangan lupa mendoakan gurumu,’’ pesannya sembari mendoakan para santrinya mendapatkan ilmu yang barakah.

Para kiai hadir dalam haflatul muwada’ah MA NU TBS Kudus, tadi malam/ Foto: akun youtube Santri Menara.

KH. Amin Yasin dalam sambutannya mewakili para wali kelas XII, mengaku ikut berbangga dan berbahagia karena santri yang akan lulus, telah berhasil menyelesaikan tugas-tugas thalabul ilmi dengan baik.

‘’Ini saat-saat terakhir kalian di madrasah TBS. Namun tidak kalian berarti berhenti thalabul ilmi, karena yang Anda dapat baru sedikit. Maka lanjutkan (belajar) di pondok-pondok pesantren atau perguruan tinggi. Intinya, jangan berhenti menuntut ilmu,’’ harapnya dalam sambutan yang disampaikan dengan Bahasa Jawa.

Azka Yafina, mewakili calon mutakharijin, mengucapkan terima kasih kepada para kiai dan guru yang telah mendidik mereka selama studi di madrasah TBS. ‘’Mohon maaf atas kesalahan yang kami perbuat selama meninba ilmu. Mohon doa restu Romo-romo kiai dan guru-guru, semoga kami mendapatkan ilmu yang bermanfaat,’’ katanya.

Calon mutakharijin MA NU TBS mengikuti haflatul muwada’ah/ Foto: akun youtube Santri Menara.

Sementara itu, selain ratusan calon mutakharijin, hadir pada kesempatan itu jajaran pengurus Yayasan TBS Kudus, para kiai, guru, dan pengasuh pondok pesantren sekitar. Antara lain KH. M. Ulil Albab Arwani, KH. Hasan Fauzi, KH. Abdul Manan, KH. Ahmad Arwan KH. Hasan Bisri, H. Noor Khamim Lc Pg.D, H. Ulin Nuha Lc., K. Ahmad Salim, dan K. Musta’in Sahal.

Nampak pula KH. Amin Yasin, KH. Masykur Mu’in, KH. Abdul Halim, K. Nor Yasin, K. Ali Mahsun, K. Abdullah Faqih, K. Azhar Lathif, K. Abdul Kholiq Thullabi, H. Abdul Wahab, KH. Muharrori, K. Husnul Arifin, KH. Taufiqur Rohman, H. Muttaqin, K. Noor Salim, dan K. Syafi’i Nor. (mail, rod, gie, luh, lam/ adb, rid)

Comments