
KUDUS,Suaranahdliyin.com – Jum’at (3/4/2026) pagi hari di Pondok Pesantren (Ponpes) Tasywiqul Furqon Kajeksan Kudus terlihat berbeda dari biasanya. Setelah melaksanakan salat Subuh dan pengajian rutin, para santri berkumpul untuk mengikuti kegiatan pemeriksaan kerapian yang dilanjutkan dengan pemotongan rambut secara massal.
Untuk memastikan hasil potongan rambut santri sesuai dengan standar kerapian namun tetap tampil trendi dalam batas sopan, pihak pesantren mendatangkan tim profesional dari Barber Shop.
Kegiatan ini dimulai dengan pemeriksaan satu per satu santri oleh pengasuh dan pengurus pondok. Santri yang rambutnya sudah melewati batas telinga atau terlihat kurang rapi, langsung diarahkan ke kursi pangkas yang telah disiapkan di area auditorium pondok.
Menurut Pengasuh Ponpes Tasywiqul Furqon, KH. Ahmad Bahruddin, program ini merupakan lebih dari sekadar rutinitas perawatan, namun merupakan elemen dari kurikulum pendidikan karakter yang bertujuan menanamkan disiplin pada para santri sejak usia muda.
“Aktivitas ini berakar pada dasar spiritual yang mendalam,”ujarnya.
KH. Bahruddin menjelaskan bahwa kerapian adalah komponen yang tak terpisahkan dari identitas seorang pelajar.
“Agama kita menuntut umatnya untuk selalu menjaga kebersihan dan kerapian. Terlebih lagi, hari ini adalah hari Jumat, hari yang mulia di mana kita disunnahkan untuk membersihkan diri, termasuk memotong rambut dan kuku,” tuturnya saat memantau kegiatan.
Para santri tampak sangat bersemangat dalam mengikuti kegiatan ini. Kehadiran dari barber profesional dari Barber Shop memberikan pengalaman yang berbeda, sehingga para santri tidak merasakan tekanan dari aturan kerapian.
Dengan penampilan yang rapi dan tubuh yang bersih, diharapkan santri bisa lebih fokus dan termotivasi dalam mengikuti semua kegiatan yang ada di pesantren.(rls/adb)





































