Diskusi Pelajar, Wakapolres Kudus: Kenakalan Remaja Dipicu Faktor ini

0
76
Wakapolres Kudus Kompol Rendi Johan (tengah) dalam diskusi Pelajar IPNU-IPPNU Kudus

KUDUS, Suaganahdliyin.com – Wakapolres Kudus Kompol Rendi Johan Prasetyo menjadi pembicara tunggal diskusi pelajar di musholla PCNU Kudus, Rabu malam (13/5/2026). Diskusi mengangkat tema Kenakalan Remaja dan Upaya Pencegahannya ini! diikuti aktivis IPNU-IPPNU dan pelajar Kudus.

Dalam paparannya, Kompol Rendi Johan menekankan pentingnya peran pelajar, keluarga, dan lingkungan dalam mencegah berbagai bentuk kenakalan remaja yang semakin kompleks di era modern.

Menurutnya, kenakalan remaja tidak hanya dipicu oleh faktor internal seperti krisis identitas, tetapi juga faktor eksternal seperti pergaulan bebas, pengaruh media sosial, dan kurangnya pengawasan.
“Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang komprehensif melalui edukasi, pembinaan karakter, serta penguatan nilai-nilai keagamaan,” ujarnya.

Kompol Rendi Johan Prasetyo mengungkapkan indikator orang melakukan kejahatan/kenakalan remaja berangkat dari diri sendiri, kondisi keluarga, lingkungan sekitar. Ditambahkan, paparan media 30% mempengaruhi perilaku gen z sehingga harus memilah memilih informasi yang perlu dipublikasikan.

“Sejarah kehidupan jahat seseorang akan menjadi labelling orang tersebut di masa depan, oleh karena itu berhati hatilah dalam berperilaku tidak semua realita sesuai dengan idealisme dan angan-angan kita,” pesan Rendi Johan.

Ketua PC IPNU Kudus, Abdullah Basar, menyebut kegiatan ini lahir dari keresahan yang nyata dirasakan pelajar hari ini.

“Akhir-akhir ini kita sering mendengar kasus kenakalan remaja. Ini jadi kegelisahan bersama. Maka IPNU IPPNU merasa perlu hadir, bukan hanya bicara, tapi ikut mencari solusi,” ujarnya.

Baginya, organisasi pelajar tidak cukup hanya fokus pada kaderisasi, tetapi juga harus peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya.

“Kami ingin hadir di tengah pelajar, menjadi teman sekaligus penggerak. Dan tentu, kami siap berjalan bersama Polri untuk menjaga pelajar Kudus tetap berada di jalur yang positif,” lanjutnya.

Hal serupa disampaikan Ketua PC IPPNU Kudus, Rizky Nailil Chusna. Ia menegaskan bahwa IPNU-IPPNU siap menjadi ruang aman sekaligus tempat bertumbuh bagi pelajar.

“Kami ingin IPNU IPPNU jadi tempat pelajar belajar, berkembang, dan saling mengingatkan. Kami juga siap jadi garda terdepan dalam mencegah kenakalan remaja bersama Polri,” katanya.

Melalui kegiatan ini, PC IPNU-IPPNU Kudus berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang-ruang edukatif bagi pelajar guna membentuk generasi muda yang berkarakter, berakhlak, dan berdaya saing.fondasi demokrasi berada di tangan kita semua.(muna/adb)

Comments