Festival Pager Mangkok #2
Dimeriahkan Suguhan Ragam Seni Tradisi, Kontemporer dan Religi

0
130

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2, Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW) Kudus akan menyelenggarakan Festival Pager Mangkok. Festival tersebut akan berlangsung pada 25 – 27 November 22 di Dukuh Piji Wetan, Desa Lau, Dawe Kudus.

Festival Pager Mangkok #2 tahun ini mengusung konsep yang memadukan antara seni tradisi, seni kontemporer dan religi. Ketiganya dikemas dalam serangkaian agenda yang akan memeriahkan Festival Pager Mangkok 2022.

Kirab dan ritual doa pager mangkok di Punden Depok akan menjadi pembuka sekaligus acara inti Festival Pager Mangkok 2022. Selanjutnya lebih dari 17 kelompok seni juga akan menampilkan pertunjukan seni. Mulai dari teater, ketoprak, terbang papat, dongeng hingga parade puisi.

Perpaduan seni kontemporer dalam kegiatan ini dikemas dalam pameran Kaligrafi, art print, lukisan dan instalasi seni. Dengan menggerakkan pelaku UMKM lokal, lebih dari 16 stan turut memamerkan produknya di gelaran Festival Pager Mangkok 2022 nantinya.

Untuk pengembangan kebudayaan berbasis desa, akan diadakan Workshop kebudayaan dengan tema “Satgas Adat Istiadat dan Nilai Sosial Budaya Masyarakat”. Sebagai puncak acara Festival Pager Mangkok, akan ada pengajian akbar yang diharapkan akan membawa berkah dan doa baik di peringatan ulang tahun KBPW kedua ini.

Selain menautkan beragam seni tradisi, kontemporer dan religi, festival ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kembali ghirah atau semangat bersedekah di masyarakat. Melalui dua falsafah hidup Sunan Muria, yakni tapangeli dan pager mangkok, KBPW ingin menunjukkan makna pentingnya bersedekah bagi masyarakat luas.

Koordinator KBPW, Muchamad Zaini, berharap Festival Pager Mangkok 2022 ini bisa menjadi ajang pembuktian masyarakat sebagai subjek pembangunan dan penggerak dalam pemajuan kebudayaan.

“Ini hari masyarakat perlu sadar bahwa banyak program yang bisa dilakukan untuk memajukan kebudayaan desa, masyarakat harus menjadi subyek, bukan lagi (sebagai) obyek,” katanya. (rls/ syim, rid)

Comments