
YOGYAKARTA ,Suaranahdliyin.com – Program Studi Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar Ujian Terbuka Promosi Doktor atas nama Sigit Tri Utomo, M.Pd.I., yang merupakan dosen Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung pada Rabu (22/7/2026).
Sidang terbuka yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB di Aula Pertemuan Lantai 3 Gedung PPG FITK UIN Sunan Kalijaga tersebut menjadi momentum penting bagi pengembangan keilmuan Pendidikan Agama Islam, khususnya dalam memperkuat budaya akademik dan produktivitas penulisan karya ilmiah guru melalui Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).
Dalam ujian tersebut, promovendus mempertahankan disertasinya yang berjudul “Model Relasi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru PAI dalam Produktivitas Penulisan Karya Ilmiah di Madrasah Kabupaten Temanggung.”
Sidang promosi doktor dipimpin dan diuji oleh jajaran akademisi UIN Sunan Kalijaga, yaitu: Ketua Sidang Prof. Dr. Sukiman, S.Ag., M.Pd., Sekretaris Sidang: Dr. Adhi Setiyawan, M.Pd., Promotor I: Prof. Dr. Marhumah, M.Pd., Promotor II: Dr. Karwadi, M.Ag., Penguji: Dr. M. Misbah, M.Ag., Prof. Dr. Sri Sumarni, M.Pd., Dr. Rohmatun Lukluk Isnaini, M.Pd.I., dan Dr. Ahmad Arifi, M.Ag.
Dalam disertasinya, Sigit Tri Utomo mengangkat persoalan masih adanya kesenjangan antara tujuan ideal sertifikasi guru sebagai instrumen profesionalisasi pendidik dengan implementasi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), khususnya dalam meningkatkan produktivitas penulisan karya ilmiah guru. Padahal, publikasi ilmiah merupakan bagian penting dari PKB sekaligus indikator profesionalisme guru sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
Penelitian ini bertujuan menganalisis pemahaman guru Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap PKB dalam kaitannya dengan produktivitas penulisan karya ilmiah, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas tersebut, merumuskan alternatif solusi peningkatannya, serta mengembangkan model PKB yang relevan bagi guru PAI di madrasah.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multikasus di MAN 1 Temanggung, MTsN 1 Temanggung, dan MIN 1 Temanggung. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif pasif, serta studi dokumentasi terhadap wakil kepala madrasah bidang kurikulum dan guru-guru PAI. Validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan metode, sedangkan analisis dilakukan menggunakan model interaktif yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi simpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru terhadap PKB berbeda pada setiap jenjang madrasah.
Guru MAN 1 Temanggung memandang PKB sebagai proses akademik yang bersifat reflektif dan transformatif. Sementara itu, guru MTsN 1 Temanggung lebih memaknai PKB sebagai pemenuhan tuntutan administratif dan pedagogis. Adapun guru MIN 1 Temanggung melihat PKB sebagai sarana memperkuat praktik pembelajaran di kelas.
Penelitian juga menemukan bahwa produktivitas penulisan karya ilmiah dipengaruhi oleh berbagai faktor internal, seperti motivasi akademik, kompetensi metodologi penelitian, budaya literasi, kemampuan refleksi pedagogik, dan kesadaran epistemologis. Di sisi lain, terdapat faktor eksternal yang turut menentukan, antara lain beban administrasi, keterbatasan waktu, pendampingan akademik, akses terhadap sumber ilmiah, budaya organisasi, serta dukungan kelembagaan.
Menariknya, penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan produktivitas karya ilmiah guru tidak cukup hanya melalui pelatihan teknis penulisan. Yang lebih dibutuhkan adalah penguatan ekosistem akademik yang mampu mengintegrasikan religiusitas, budaya literasi, kolaborasi ilmiah, dan pembinaan profesional secara berkelanjutan.
Kontribusi utama sekaligus kebaruan (novelty) penelitian ini adalah lahirnya Model RELASI (Religiusitas, Ekosistem Literasi Akademis, dan Spiritualitas Ilmiah) sebagai model konseptual Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi guru PAI.
Model RELASI mengintegrasikan religiusitas akademik, penguatan ekosistem literasi akademik, dan spiritualitas ilmiah dalam satu kerangka pengembangan profesional guru. Berbeda dengan model PKB yang selama ini cenderung berorientasi pada pemenuhan administrasi dan pengembangan kompetensi secara parsial, model RELASI menempatkan produktivitas karya ilmiah sebagai hasil interaksi antara dimensi personal, sosial-akademik, kelembagaan, dan spiritual.
Model tersebut sekaligus memperluas paradigma PKB dari pendekatan administratif menuju pendekatan akademik-transformatif yang berorientasi pada pembentukan budaya ilmiah berkelanjutan. Dengan demikian, Model RELASI tidak hanya memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan konsep PKB berbasis nilai, tetapi juga menawarkan kontribusi praktis sebagai acuan pembinaan guru PAI di madrasah.
Melalui keberhasilan mempertahankan disertasinya, Sigit Tri Utomo diharapkan dapat memberikan sumbangsih pemikiran bagi pengembangan kebijakan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, sekaligus mendorong peningkatan kualitas dan produktivitas penulisan karya ilmiah guru PAI di Kabupaten Temanggung maupun Indonesia secara lebih luas.
Sigit Tri Utomo lulus dengan predikat Sangat Memuaskan, dan merupakan doktor ke- 4 Prodi S3 PAI FITK UIN Sunan Kalijaga.

Dalam kesempatan itu, Rektor INISNU Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian akademik Sigit Tri Utomo yang dinilai memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan profesionalisme guru PAI.
Menurutnya, disertasi tersebut tidak hanya menghasilkan gelar akademik dan doktor bukan hasil akhir tapi sebuah proses. Disertasi ini juga menghadirkan inovasi konseptual yang relevan dengan tantangan pendidikan saat ini.
”Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Dr. Sigit Tri Utomo atas keberhasilannya meraih gelar doktor di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kehadiran Model RELASI merupakan kontribusi akademik yang penting karena menjawab kebutuhan nyata guru dalam membangun budaya menulis dan publikasi ilmiah. Selama ini Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan sering dipahami sebatas pemenuhan administrasi. Melalui penelitian ini, paradigma tersebut bergeser menjadi pengembangan profesional yang akademik, reflektif, transformatif, dan berbasis nilai,” ujar Hamidulloh Ibda.
Ia menambahkan bahwa produktivitas karya ilmiah guru menjadi salah satu indikator penting peningkatan mutu pendidikan. Oleh karena itu, hasil penelitian tersebut layak dijadikan referensi bagi madrasah, perguruan tinggi, maupun pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembinaan guru.
”Model RELASI memiliki kekuatan karena mengintegrasikan religiusitas akademik, ekosistem literasi, dan spiritualitas ilmiah. Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi dalam membangun budaya akademik yang berkelanjutan. Saya berharap model ini tidak berhenti sebagai konsep disertasi, tetapi dapat diimplementasikan dalam program PKB guru di berbagai daerah sehingga mampu meningkatkan kualitas publikasi ilmiah sekaligus mutu pembelajaran,” tambahnya.
Hamidulloh Ibda juga berharap keberhasilan Sigit Tri Utomo dapat menginspirasi para dosen, guru, dan mahasiswa untuk terus menghasilkan riset yang memberikan solusi atas persoalan pendidikan, khususnya dalam penguatan budaya literasi, publikasi ilmiah, dan pengembangan profesionalisme guru di Indonesia.(rls/adb)









































