Di Kudus, Ketum PP Pergunu KH. Asep Syaifuddin Bagikan Kisah Perjuangannya Sejak Muda

0
40
KH. Asep Syaelifudin (pegang mic) menyampaikan kisah perjuangannya dalam acara seminar Pergunu Kabupaten Kudus

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Ketua umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu) KH Asep Syaifuddin Chalim menghadiri seminar dan bedah buku tentang dirinya “Kiai Miliarder Tapi Dermawan” di SMK Assaidiyah 2 Mejobo Kudus, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan dalam rangka Harlah ke-74 Pergunu dan peringatan Hari Pendidikan Nasional itu dihadiri pula sejumlah tokoh pendidikan, akademisi, serta pengurus Pergunu kabupaten Kudus.

Pada kesempatan itu, KH. Asep Syaifudin membagikan kisah perjuangannya sejak muda. Ia mengaku pernah hidup dalam keterbatasan ekonomi hingga harus berhenti sekolah saat SMA setelah ayahnya meninggal dunia.

Ia juga menceritakan pengalamannya berkeliling dari satu pondok pesantren ke pesantren lain di Jawa Timur demi menuntut ilmu. Saat kuliah di Surabaya, ia bahkan harus berhutang kepada teman-temannya untuk membayar biaya pendidikan.

“Jangan berpikir terus tentang masa lalu, karena masa lalu sering menyimpan luka. Fokuslah melangkah dan memperbaiki masa depan,” pesan KH Asep di hadapan peserta bedah buku yang ditulis Mas’ud Adnan.

KH Asep menegaskan bahwa kesuksesan harus diraih dengan kesungguhan, disiplin, dan tirakat. Ia membagikan sejumlah kiat belajar, di antaranya menjaga wudhu, menjauhi maksiat, memperbanyak membaca Al-Qur’an, melaksanakan shalat malam, serta hidup sederhana.

Dalam pandangannya, negara akan maju apabila ditopang oleh ulama yang membimbing umat, birokrat yang adil dalam menjalankan amanah, serta konglomerat yang dermawan dan peduli terhadap masyarakat.

Seminar dan bedah buku ini diselenggaeakan Pimpinan Cabang Pergunu Kabupatem Kudus. Tampak hadir penulis buku Mas’ud Adnan, Kemenag Kudus Shony Waedhana, Ketua PW Pergunu Jateng H. Nur Cholid, wakil Rektor UIN Sunan Kudus Hj. Malaiha Dewi dan sekretaris PCNU Kudus H. Nur Said serta ketua PC Perguni Kudus H. Rumadi beserta pengirus  lainnya serta tamu undangan. (Yuliana/adb)

Comments