Buka Luwur Sunan Kudus, Habib Umar Jelaskan Akhlak Para Wali

0
319
Habib Umar di Haul Sunan Kudus, Senin (09/09/19) / Sumber : Channel Youtube Menara Kudus

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Wakil Mudir Aam Jam’iyyah Ahli Thariqah Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Habib Umar Al-Muthahhar Semarang menjelaskan akhlak para wali adalah cermin akhlak Nabi. Demikian itu ia jelaskan pada pengajian 10 Muharram 1441 H dan Haul (Buka Luwur) Sunan Kudus di Masjid Jami’ al-Aqsha Menara Kudus, Senin (09/09/19) malam.

“Malam ini kita semua bisa hadir dengan perlu hormat Haul Sunan Kudus, Alhamdulillah,” Habib Umar memulai tausyiahnya.

Sudah berkali-kali saya sampaikan, lanjut Habib Umar, bahwa orang yang bisa datang ziarah ke makam para wali itu sebenarnya memang diundang langsung oleh wali tersebut. Oleh sebab itu, termasuk orang yang beruntung bagi yang diundang karena pasti akan mendapat sesuatu dari yang mengundang.

“Tapi jangan berpikir kalau sesuatu itu harus berupa uang. Bisa jadi berupa keberkahan atau peningkatan amal kebaikan,” ujarnya.

Habib Umar kemudian menceritakan kisah teladan para sahabat yang ingin mendapatkan warisan nabi. Ketika itu banyak yang mengira bahwa warisan yang dimaksud berupa harta atau barang. Baru lah mengerti ketika salah satu sahabat menjelaskan jika warisan yang dimaksud adalah ibadah, sholat, baca Alquran, I’tikaf, tafakkur dan amal-amal kebaikan yang telah diajarkan Rasulullah SAW.

“Para wali ini termasuk yang mewarisi akhlak para Nabi. Kasih sayangnya bahkan tidak hanya kepada sesama manusia tetapi semua makhluk-Nya,” sebutnya.

Ada kisah teladan dari seorang wali majdub yang memiliki sakit borok di kakinya sehingga digerogoti ulat. Meski begitu wali tersebut tetap santai dan membiarkan ulat-ulat di kakinya itu. Ketika ditanya oleh seseorang wali majdub itu mengaku tidak masalah sebab memang itu makanannya ulat tersebut.

“Begitu lah teladan kasih sayang para wali. Maka para wali itu berkata, kalau ada orang yang berlaku maksiat jangan dipandang mata kebencian tetapi harus dipandang dengan mata kasih sayang,” papar Habib Umar.

Pada kesempatan itu, Habib Umar juga menjelaskan ada tiga pandangan mata yang tidak boleh dilakukan oleh manusia. Yaitu memandang dengan mata kebencian, mata merendahkan, mata meremehkan. Menurut Habib Umar demikian itu akan menyakiti hati orang lain sehingga dilarang.

“Lah para wali ini memandang para tamu yang berziarah kepadanya dengan mata kasih sayang. Maka, semoga kita didoakan oleh para wali sehingga hajat kita dikabulkan oleh Allah SWT,” ujarnya.

Oleh karena itu, imbuh Habib Umar, kalau berziarah kepada para wali pakailah pakaian yang sopan. Akhlak dan niatnya supaya ditata dengan baik. In sya Allah, kalau berziarah dengan akhlak akan dihargai oleh para waliyullah sehingga hajatnya lekas diijabah oleh Allah SWT.

“Orang itu meski ilmunya setinggi apapun, kalau tidak punya akhlak tidak ada harganya di mata manusia,” tandas Habib Umar. Pengajian malam itu ditutup dengan tawassul bersama seluruh hadirin dan dipimpin langsung oleh Habib Umar Al-Muthohhar sendiri. (rid/adb)

Comments