Tata Niat dan Komunikasi untuk Perkuat Kegiatan Organisasi  

0
753
Rutinan PR GP Ansor Karangjati

BOYOLALI, Suaranahdliyin.com – Memulai dan menggerakkan roda organisasi bukan pekerjaan ringan. Kemudian istiqamah menjalankannya juga lebih berat. Namun demikian akan tetap lancar jika dibalut niat dan komunikasi anggota yang tepat serta transparan.

Itu di antara kesimpulan musyawarah penguatan organisasi dalam pertemuan rutin Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Karangjati, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali di mushala At Taqwa Dusun Suruhan pada Jumat (23/6/2023) malam.

Ketua PR GP Ansor Karangjati Muh Mustain mengajak kader untuk introspeksi diri dan menata niat kembali dalam khidmah agar tetap semangat kerja sama dalam memutar kegiatan organisasi.

“Dinamika naik turun dalam menjalankan kegiatan itu biasa. Namun bagaimana tetap bangkit kembali dan istiqamah dalam menguatkan organisasi itu yang dibutuhkan,” katanya.

Disampaikan, agar organisasi terus berjalan baik harus ada pengkaderan yang berkesinambungan. Seperti halnya 3 pekan lagi Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Wonosegoro akan mengadakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar).

“Kita bisa mengajak teman atau saudara mengikuti PKD dan Diklatsar untuk menyiapkan kader yang nantinya menjaga dan meneruskan Ansor Karangjati,” ujarnya.

Ketua Kederisasi PAC GP Ansor Wonosegoro Masruri mengatakan, harus ada komunikasi dan kerja sama yang baik dan trasparan untuk perkuat organisasi. Sehingga kita dapat mengaktifkan kegiatan dan mudah mengajak sahabat lain agar mau ikut GP Ansor.

“Mesti ada kekompakan dalam struktur organisasi sendiri sebagai dasar mengajak sahabat lain,” katanya.

Menurutnya, kekompakan berkegiatan di ranting akan menentukan keberhasilan di tingkat kecamatan dan seterunya. “Dengan meningkatkan kinerja ranting secara otomatis juga memperkuat tingkat di atasnya,” ucap Masruri yang juga guru MAN 4 Boyolali.

Dijelaskan, dengan baiknya ranting akan mempermudah mengajak seorang calon kader bergabung. “Jangan ada manipulasi apalagi paksaan agar mau bergabung. Cukup kita ajak dengan menjelaskan kebaikan dalam perkhidmatan di Ansor itu seperti apa. Tentang mau atau belum, kita serahkan kepadanya,” jelasnya.

Rutinan yang dihadiri kader Ansor Banser Karangjati dan warga setempat ini juga diisi pembacaan shalawat, dzikir tahlil, dan kajian kitab Sulam Taufiq membahas Bab Zakat oleh Kiai Sholikin. (siswanto ar/ adb)

Comments