Target Kirim 250 Karya Siswa ke Lomba Kartun Internasional

0
1715
Menggambar bersama di SMP 7 Kota Semarang

SEMARANG, Suaranahdliyin.com – Kota Semarang akan mengirimkan 250 karya kartun siswa ke kontes internasional. Pengiriman tersebut diinisiasi oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya Kota Semarang bekerja sama dengan Gold Pencil Indonesia dan Union of World Cartoonists (UWC) Indonesia Representative.

“Ini kegiatan positif. Baru sekali ini menggerakkan anak menggambar kartun bersama. Hasilnya kita kirim ke kontes Animal Cartoon Serbia,” kata ketua MGMP Seni Budaya Kota Semarang, Tri Fatmawati, Ahad (11/3/2018) lalu.

Fatma mengatakan, pengiriman gambar diawali dengan menggambar bersama di SMP Negeri 7 Semarang pada Sabtu (10/3/2018). Kegiatan bertajuk “Nggambar Bareng Kanthi Seneng” tersebut menghadirkan tiga narasumber.

Ketiganya adalah Surano (guru seni rupa SMP Negeri 17 Semarang pemenang Gold Prize Sicaco 2017 Korea), Abdul Arif (pemenang First Prize 5th Kalder Bursa 2018 Turkey) serta Aji Mei (guru seni SMP Negeri 19 Semarang yang juga anggota Semarang Cartoon Club/ SECAC).

‘’Kegiatan menggambar bersama semoga mampu memotivasi pelajar di Kota Semarang. Selain mengasah kreativitas siswa, kata fatma, juga sebagai upaya untuk mengurangi kenakalan remaja. Baik di kelas maupun luar kelas,’’ ujar Fatma. “Kami tidak menyangka respons siswa sangat luar biasa. Padahal saya hanya umumkan dua hari,” lanjutnya.

Menurut Fatma, kegiatan seperti ini kali pertama digelar. Pihaknya bersama Gold Pencil akan menggelar kegiatan serupa sebagai agenda rutin. Dia berharap, Dinas Pendidikan Kota Semarang memberikan dukungan fasilitasi kegiatan mengingatb animo siswa cukup banyak.

Siswa kelas 8 SMP 6 Semarang, Nanda Sudana Sekar Alya allya (14) merasa bangga bisa ikut serta dalam kegiatan menggambar bersama itu. Nanda memang suka menggambar sejak TK. Ia beberapa kali ikut lomba dan pernah sampai ke tingkat provinsi. “Ini sangat menarik. Biasanya melukis ini ngartun buat kontes internasional. Jadi tertantang,” paparnya.

Peserta didik antusias mengikuti kegiatan menggambar bersama.

Ketua Gold Pencil Indonesia, Abdul Arif, mengutarakan, ada banyak peluang kontes internasional yang bisa dimanfaatkan untuk mengasah kreativitas pelajar di Kota Semarang. Dalam setahun terakhir, Gold Pencil bekerja sama dengan SMP Negeri 17 Semarang mengelola ekstrakurikuler kartun.

Kerja sama itu dalam bentuk pembelajaran kartun dan pengiriman karya ke lomba internasional. Meski baru beberapa bulan, hasilnya membanggakan. SMP N 17 kini mengoleksi 10 penghargaan internasional. ‘’Gerakan baru bersama MGMP Seni Budaya Kota Semarang ini, diharapkan mampu membuahkan hasil yang positif,’’ paparnya.

Pendiri Gold Pencil, Jitet Koestana, yang notabene warga Semarang yang hingga kini sudah mengoleksi sekitar 144 penghargaan internasional, memiliki harapan terhadap kegiatan ini. “Kami bercita-cita melahirkan minimal 10 Jitet Koestana di Semarang,” tuturnya. (rls/ ros)

Comments