Raker, Ansor Dawe Wacanakan Perintisan APP Android

0
886
ansor Dawe rintis aplikasi Android

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Dawe mewacanakan perintisan aplikasi Android. Nantinya aplikasi tersebut berisi informasi, data dan market place yang berkaitan dengan Nahdlatul Ulama, utamanya Ansor dan Banser. Demikian itu mengemuka dalam Rapat Kerja PAC GP Ansor Dawe di Pondok Manbaul Falah KH. M. Shiddiq Piji, Sabtu (29/06/19).

Wakil Ketua GP Ansor Dawe Muhammad Sahlan mengusulkan perintisan itu dititikberatkan pada pendataan anggota. Tujuannya agar Ansor memiliki data valid berapa anggota yang aktif dan yang butuh pembinaan lebih.

“Selama ini ketika kita tanya data itu masih simpang siur, belum ada jumlah pasti. Kalau saja ini dibuatkan aplikasi khusus mungkin bisa lebih terdeteksi,” usulnya kepada forum.

Lebih lanjut, Sahlan menawarkan usulannya itu supaya bisa dikerjakan oleh divisi media, informasi dan kajian strategis. Menurutnya, keberadaan aplikasi seperti itu juga akan mendorong kinerja organisasi lebih disiplin dan terbuka. Hal itu juga bisa menjadi jembatan informasi antara pengurus, anggota maupun masyarakat luar.

Menanggapi, ketua divisi media, informasi dan kajian strategis Agus Sulistiyanto menyampaikan rencana tersebut sudah dalam tahap pengerjaan. Targetnya hal itu akan terealisasi pada September 2019 untuk siap dipergunakan.

“Tidak bisa dimungkiri itu butuh penataan yang rumit ya, jadi kemungkinan September, atau selambat-lambatnya Desember bisa kita realisasikan,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Agus juga mengatakan pihaknya butuh kerja sama dengan semua divisi untuk bisa menjalankan aplikasi tersebut secara optimal. Sebagai perintisan, saat ini Ansor Dawe tengah membangun website ansormuria.or.id sebagai pusat informasi.

“Dalam web ini pula terdapat menu bar yang menyediakan informasi terkait dagang dan wirausaha untuk mewadahi potensi kader di bidang ekonomi dan UMKM,” katanya.

Selain hal-hal di atas, Ansor Dawe juga menyiapkan master plan untuk memunculkan aktivis media sosial yang getol mengkampanyekan Aswaja. Baik itu melalui Youtube, Instagram, Twitter dan lain sebagainya. Demikian itu dirasa penting supaya netizen bisa tercerahkan dengan pemahaman agama dan ideologi yang cocok bagi Islam di Indonesia.

“Konten-konten ringan, pengajian dan tutorial ubudiyah itu penting untuk kita garap, agar masayarakat tercerahkan dengan pemahaman Aswaja dan media sosial tidak dikuasai oleh golongan minhum,” jelasnya.(rid/adb)

 

Comments