Pendidikan Moderasi Agama Harus Diajarkan Sedini Mungkin

0
307
Dok. Panitia/ SN

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Tantangan sosial kemasyarakatan dan keberagamaan yang semakin kompleks membuat para pendidik harus kian cerdas. Utamanya dalam memberikan pendidikan moderasi agama kepada anak usia dini (AUD).

Demikian itu mengemuka dalam acara Ngobrol Santai Bareng PIAUD bersama KH. Masyhud Sirodj yang diadakan oleh Kelompok 59 KKN DR IAIN Kudus, Ahad (09/08/2020).

Pada kesempatan itu, KH. Masyhud Sirodj menyampaikan pengertian dan praktek moderasi dan toleransi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, moderasi dan toleransi adalah dua hal yang saling berkaitan.

“Tidak hanya bersikap tengah-tengah, tapi juga sadar peran dan bisa menempatkan diri dengan baik,” jelasnya.

Kegiatan Kelompok 59 KKN DR IAIN Kudus bersama KH. Masyhud Sirodj

KH. Masyhud menambahkan, sebenarnya sikap moderat dan toleran bisa diukur dengan hati nurani masing-masing. Maknanya dalam berhubungan dengan orang lain kita bisa bertanya kepada diri kita sendiri, bagaimana seharusnya bertutur kata, bertindak dan bersikap.

“Intinya di dalam hati itu harus ada niatan berbuat baik kepada siapa pun, tidak tebang pilih. Meskipun ada batasan-batasan mengenai akidah dan aturan agama harus dilakukan secara baik dan tidak menyinggung pihak lain,” kata dia.

Ajaran seperti itu, imbuh dia, harus sampai dan tertanam di benak anak-anak sedini mungkin. Bagaimana supaya hati anak-anak itu diarahkan kepada sikap dan sifat yang husnudzon, tidak mudah marah, bisa menghargai orang lain, menyadari bahwa dunia ini banyak perbedaan dan sebagainya.

“Ajaran yang seperti itu hanya bisa ditularkan dengan pengalaman, dengan penuh keceriaan, karena anak itu melihat perilaku bukan sekadar kata-kata,” jelasnya. (rid, gie, il, luh/adb, ros)

Comments