KH Maruf Amin Tak Permasalahkan Film Naura dan Genk Juara

0
291
  • Jika Tujuannya untuk Pembelajaran Positif

BOGOR, Suaranahdliyin.com – Produser film Naura dan Genk Juara, Amalia Prabowo menemui ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ma’ruf Amin, di Bogor, Rabu (27/11/2017). Kedatangannya untuk menjelaskan, bahwa tidak adanya sedikit pun tujuan untuk mendiskreditkan pihak tertentu dalam pembuatan film tersebut.

Menurut Amalia, film yang dibintangi oleh aktris cilik Adyla Rafa Naura Ayu ini benar-benar bertujuan untuk berbagi kebahagiaan dan pesan-pesan positif kepada anak-anak Indonesia.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak di tengah sedikitnya film musikal yang ditujukan untuk mereka. Kami sowan ke Kiai Maruf Amin, untuk mengomunikasikan hal itu dan meluruskan pandangan yang berkembang di masyarakat,” katanya melalui siaran pers yang diterima Suaranahdliyin.com, Rabu (29/11/2017).

Ketua umum MUI, KH Maruf Amin, mengemukakan, pihaknya mendukung film Naura dan Genk Juara bila memang tujuannya memberikan pembelajaran positif bagi anak-anak Indonesia. Dia menghargai mekanisme yang dilakukan Lembaga Sensor Film (LSF) sebelum film ini dirilis, termasuk adanya unsur MUI di dalam proses screening tersebut.

“Kami menghimbau masyarakat untuk tabayyun. Tonton terlebih dahulu, baru berpendapat. Jangan hanya melihat dari sosial media. Untuk para pekerja seni, Saya himbau jangan patah semangat,” ujarnya.

Amalia menimpali, usai menggelar nonton bareng (Nobar) bareng tokoh-tokoh NU dan puluhan anak yatim di Surabaya, serta puluhan tokoh serta pengurus Muhammadiyah di Jakarta baru-baru ini, muncul tanggapan positif para tokoh dan anak yatim tersebut. Nobar juga sudah digelar di berbagai kota, antara lain Balikpapan, Makasar, Lampung, Bandung, dan Jakarta. 

“Tanggapan positif tersebut menguatkan kami. Dan semangat positif ini yang juga ingin kami sampaikan kepada Kiai Ma’ruf sebagai tokoh Islam yang sangat kita hormati. Kami juga meminta pendapat dan wejangan dari beliau, agar terus semangat berkarya untuk anak-anak Indonesia,” ujar sineas yang memproduseri film Wonderdul Life ini.

Film yang disutradarai Eugene Panji ini melibatkan 140 pemeran anak dan pengambilan gambar dilakukan selama Ramadan. Menariknya, di tengah jadwal syuting yang padat, para pemeran cilik tetap berpuasa penuh. Film ini dirilis 16 November, untuk mengobati kerinduan akan film musikal anak, setelah Petualangan Sherina yang dirilis 17 tahun lalu.

Namun muncul polemik atas film drama musikal itu. Film garapan sutradara Eugene Panji ini menuai kontroversi, lantaran dianggap mendiskreditkan agama Islam. Selain ajakan boikot, muncul juga petisi melalui media digital. (rls/ ros)

Comments