Halalbihalal Virtual FKPT Jateng
Gus Mus: Covid – 19 Pelajaran dari Allah akan Kekhalifahan Manusia di Bumi

0
1496
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengikuti halalbihalal virtual yang digelar FKPT Jateng

SEMARANG, Suaranahdliyin.com – Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengajak masyarakat supaya dapat mengambil sisi positif dari wabah Corona (Covid – 19) yang melanda saat ini. Sebab, jika masyarakat sibuk menyalahkan kondisi yang ada, justru tidak menyelesaikan masalah.

“Sisi positif dari Corona ini, mengajari kita banyak hal. Rasa kemanusiaan. Saling tolong menolong. Toleransi. Mau membantu dengan ikhlas. Bahkan bumi ini di-restart, di-reinstall. Pencemaran udara menurun. Ozon tertutup kembali,” tuturnya.

Ganjar mengaku bersyukur, karena Jateng memiliki kearifan lokal yang agung, seperti masyarakatnya yang ramah, wajah yang senyum, dan senang menolong. Semua itu harus dijaga, demi relasi sosial masyarakat yang baik, agar lahir situasi bahagia, aman, nyaman dan tenteram dalam kehidupan bermasyarakat. Jika sudah demikian, masalah-masalah bisa dihadapi bersama.

Ganjar juga berharap supaya masyarakat di Jateng berpikir positif. “Pokoknya, Bapak Ibu sehat terus. Bantu masyarakat. Ajari berpikir positif. Jaga pola hidup sehat. Kemudian wajahnya bersinar karena terpancar keikhlasan hati kita semua,” tuturnya dalam halalbihalal virtual bersama ulama dan tokoh masyarakat yang diselenggarakan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jateng, Jumat (12/6/2020) kemarin.

Halalbihalal virtual yang disiarkan langsung melalui aplikasi zoom meeting pada pukul 19.00 WIB – 22.00 WIB, ini diikuti KH. A. Mustofa Bisri (Gus Mus) pengasuh Pondok Pesantren Raudlotut Thalibin, Leteh, Rembang yang didaulat sebagai salah satu narasumber.

“Pandemi Covid-19 merupakan suatu pelajaran yang besar sekali dari Allah. Ketika sebagian dari kita banyak yang melupakan jati dirinya sebagai manusia, sebagai hamba Allah, yang dipasrahi menjadi khalifah di muka bumi. Allah betul-betul ‘memukul’ kita dengan pelajaran yang dahsyat, dengan adanya pandemi yang melanda seluruh manusia di bumi,’’ jelas Gus Mus.

Gus Mus menyampaikan, terkadang manusia terlalu sadar akan kekhalifahannya, sehingga melupakan kehambaannya, atau sebaliknya. ‘’Kita terkadang menganggap manusia hanya terhadap orang-orang yang kita setujui. Kita hanya menganggap manusia kepada mereka yang kita senangi, kita sukai, kita cintai,’’ katanya.

Ditambahkannya, segala macam kepentingan-kepentingan duniawi, selama ini telah melupakan, bahwa kita sebenarnya bersaudara. Terkadang kita bahkan tega mengalirkan darah saudara-saudara kita sendiri, seperti yang terjadi di beberapa belahan dunia.

‘’Mudah-mudahan dengan adanya teguran berat atau pelajaran besar dari Allah berupa pandemi ini, kita nantinya bisa menjaga jarak dengan dunia, ini sehingga kita lebih akrab dengan Allah, tetap menjadi hambanya, dan menjadi penguasa bumi sebagai khalifahnya,”  tuturnya.

Sementara itu, halalbihalal visrtual tersebut diikuti pula oleh kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPT), Komjen Pol. Boy Rafli Amar dan sejumlah tokoh seperti KH. Ahmad Daroji (Ketua MUI Jateng), Ubaidillah Shodaqoh (Rais Syuriah PWNU Jateng), H. Tafsir (Ketua PW Muhammadiyah Jateng), Prof. Dr. Imam Taufiq (Rektor UIN Walisongo Semarang) dan Haerudin MH (Kepala Badan Kesbangpol Jateng).

Para tokoh mengikuti halalbihalal virtual FKPT Jateng

Prof. Dr. Syamsul Maarif, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jateng, mengutarakan, betapa penting peran aktif Kiai di tengah pandemi seperti sekarang. “Di masa pandemi seperti sekarang, peran ulama dan tokoh masyarakat sangat penting, karena penyebaran paham radikal terorisme tidak mengenal pandemi,’’ ujarnya.

Dia berpesan, agar masyarakat tidak lengah dengan paham radikal dan terorisme di tengah Covid-19, yang justru bisa mencuri momentum dengan memprovokasi masyarakat. ‘’Para kiai dapat menjadi inspirasi dan peneduh dalam beragama, yang menebar kasih sayang terhadap semesta alam,” urainya. (rls/ ibd, rid, adb, ros)

Comments