Halalbihalal Daring KALAM
Dinanti, UIN Walisongo Jadi Universitas Riset ‘ala Aswaja

0
421
Halalbihalal daring KALAM UIN Walisongo Semarang

SEMARANG, Suaranahdliyin.com – UIN Walisongo Semarang diharap menjadi universitas berbasis riset Islam ala ahli al-sunnah wa al-jama’ah (Aswaja) di Indonesia, dengan terus melakukan penelitian dan publikasi hasil-hasilnya terhadap sumbangsih Islam Aswaja dalam membangun peradaban yang rahmat al-alamin.

Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng HM Muzamil, mengutarakan hal itu dalam halalbihalal Keluarga Alumni UIN Walisongo Semarang bertajuk “Maju dan Mandiri Bersama Alumni Walisongo”, Ahad (31/5/2020) pukul 19.30 – 20.30 WIB Via Zoom Meeting.

Halalbihalal diikuti Prof. Dr. H. Imam Taufiq, MAg (Rektor UIN Walisongo), Drs. H. Lukman Hakim MSi (Ketua Umum DPP KALAM), Dr. H. Rumadi Ahmad MA (Sekjen DPP KALAM), Muhammad Hanif Dhakiri S.Ag MSi (mantan Menteri Ketenagakerjaan), Dr. H. Abdul Mu’thi M.Ed (Sekum PP Muhammadiyah), dan Drs. HM. Muzammil (Ketua PWNU Jawa Tengah).

“UIN Walisongo harus berkomitmen menjadi pusat riset pengembangan keilmuan Islam ala ahlussunnah wa al-jama’ah atau aswaja. Bagaimana agar Islam aswaja hadir memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat dan bangsa Indonesia dewasa ini,” tegasnya.

Dia menambahkan, bahwa ada hal-hal yang tetap, namun juga ada hal-hal yang berubah. “Yang tetap tentunya adalah hal-hal yang bersifat ushuliyah, sedang yang berubah adalah hal-hal yang furu’iyyah,” tuturnya.

Hanif Dhakiri, menyampaikan perlunya para alumni mencermati perubahan yang terjadi. “Hanya orang yang pro perubahan yang akan eksis memiliki peran,” ungkapnya.

Sedang Sekum PP Muhammadiyah  Abdul Mu’thi mengaku bangga jadi alumni UIN Walisongo karena UIN memiliki kualitas atau mutu yang baik, karena telah terakreditasi A.

“Saya berharap, UIN Walisongo terus bersinergi dengan instutusi keilmuan lainnya dalam berkontribusi positif dalam kehidupan masyarakat,” tutur tokoh Muhammadiyah asal Kabupaten Kudus itu. (rls/ ibd, ros, adb, rid)

Comments