Yayasan Arwaniyyah Tekankan Pentingnya Kesehatan Kulit Santriyah

0
201
Salah satu narasumber menyampaikan materi

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Dalam upaya pencegahan dan pengobatan masalah kulit para santri, Yayasan Arwaniyyah bekerja sama dengan Program Studi (Prodi) Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), menggelar seminar pencegahan penyakit, khususnya penyakit kulit.

KH Muhammad Izzuna, salah satu pengurus Yayasan Arwaniyyah, mengutarakan, seminar digelar sebagai upaya preventif dan kuratif pencegahan dan pengobatan masalah kulit berbasis Evidence Based Practice di Pondok Tahfidh Putri Yanu’ul Qur’an 2 Muria.

“Jangan sampai di era modern, di mana ilmu kesehatan sudah berkembang sangat maju, namun di pesantren masih membudaya penyakit kudis atau gudik,” ujarnya dalam sambutannya pada seminar yang digelar di Aula Pondok Tahfidh Putri Yanbu’ul Quran 2 Muria.

KH Abdul Manaf, ketua Yayasan Masjid dan Makam Sunan Muria (YM2SM), mengemukakan, bahwa pihaknya telah mengupayakan fasilitas sedemikian rupa, untuk mengurangi penyakit-penyakit yang biasa muncul di pondok.

“Kamar mandi semua sudah pakai shower, kecuali di samping musala. Baju, anak-anak tidak boleh saling pinjam. Untuk makan, anak-anak sudah membawa piring dan sendok sendiri-sendiri, tidak gantian. Ini kami lakukan supaya anak-anak tidak terkena penyakit,” tuturnya.

Pengasuh pondok, KH Nur Khamim Lc PgD MPd, mengemukakan, seminar seperti ini sangat penting, untuk memberikan pemahagnya kesehatan bagi para santri dan santriyah, khususnya santriyah di Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an 2 Muria.

Pimpinan Yayasan Arwaniyyah dan UM2SM menghadiri seminar

“Di antara asma Allah adalah Asy syafi. Disebutkan, ‘Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku’,” jelasnya dalam seminar yang diikuti oleh unit-unit dan cabang di bawah naungan Yayasan Arwaniyyah.

Yi Hamim –sapaan akrab KH Nur Khamim- juga menyampaikan, bahwa penyakit itu pasti ada, Karena itu merupakan cobaan bagi hambanya. “Ketika sedang sakit maka berobat terlebih dahulu. Tindakan yang paling bagus adalah tindakan preventif jauh lebih baik dari pada mengobati,” (fida/ ros, adb)

Comments