Sarasehan dan Rakor PKPT IPNU dan IPPNU se-Jateng

0
145
Sarasehan dan Rakor PKPT IPNU dan IPPNU se-Jateng, kemarin

SEMARANG, Suaranahdliyin.com – Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) se Jateng mengikuti Sarasehan dan Rapat Koordinasi (Rakor) di Aula Kantor PWNU Jl Dr Cipto 180 Semarang, Sabtu (1/5/2021).

Ketua PW IPNU Jateng, Syaiful Kamaluddin, menyampaikan, sarasehan dan rakor ini bertujuan untuk pengembangan mutu PKPT dalam berkhidmat kepada para anggota, khususnya dalam penguatan akidah ahlussunah wal jama’ah, pengembangan ilmu dan keterampilan sesuai bakat dan minatnya.

“Rakor ini diikuti oleh pimpinan PKPT se-Jateng secara offline dan online dengan tema pengembangan literasi IPNU dan IPPNU. Nawaitu kita adalah penguatan akidah, pengembangan ilmu, keterampilan dan semangat spiritual, mendakwahkan Islam rahmat lil alamin,” katanya.

Ketua PWNU Jateng, HM Muzamil, mengapresiasi terselenggaranya sarasehan nan rakor ini. “InsyaAllah sarasehan dan rakor ini termasuk amal salrh, khususnya dalam pemahaman dan pengamalan Islam,” ujarnya.

HM Muzamil, menyampaikan, visi utama NU dan badan otonomnya adalah memberlakukan akidah ahlussunah wal jama’ah dalam kehidupan sehari-hari, baik secara pribadi, jamaah, maupun jamiyah.

“Akidah ahlussunah wal jama’ah ini adalah bersumber dari al-Quran dan al-Sunnah, yang telah diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad dan para Sahabatnya,” paparnya.

Dia menambahkan, memahami al-Quran dan al-Sunnah wajib menggunakan ulum al-Quran dan ulum al-Hadis sebagaimana diajarkan ulama terdahulu yang saleh, khususnya para imam Mujtahid yang muktabar dengan kitab dan jalinan sanad yang bersambung hingga Rasulullah.

“Menjadi kader IPNU/ IPPNU jangan sampai ikut-ikutan sesuatu yang belum diketahui jelas ilmunya. Lebih bagus kita bertanya secara langsung kepada ulama atau ahli zikir,” tuturnya dalam acara yang dihadiri Ketua I Lembaga Pengembangan Pendidikan Tinggi NU (LPTNU) Jateng Prof Dr Mudzakir Ali MA dan Sekretarisnya, Dr Nur Cholid MA. (rls/ ibd, ros, adb)

Comments