Ketua PCNU Pati KH. Yusuf Hasyim dalam puncak peringatan Hari Santri di Pendopo Kabupaten Pati, malam ta

PATI, Suaranahdliyin.com – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati, KH Yusuf Hasyim mengungkapkan banyaknya jumlah pesantren di Pati, para santri haruso mampu menjadi pelopor kebaikan di tengah masyarakat.

KH Yusuf menyampaikan hal itu dalam acara Puncak peringatan Hari Santri 2026 yang digelar PCNU Bersama Pemkab Pati di halaman Pendopo Kabupaten Pati, Sabtu (31/10/2026) malam.

Ia menegaskan bahwa perayaan Hari Santri bukan hanya kegiatan seremonial belaka. Lebih dari itu, acara ini merupakan upaya membangkitkan kembali kesadaran sejarah tentang bagaimana bangsa Indonesia juga dimerdekakan berkat peran nyata para santri.

“Santri tidak lagi melihat apakah disanjung, apakah dimuliakan atau tidak. Tapi para kiai kita terdahulu dengan peran santrinya berjuang untuk NKRI tanpa pamrih,” ujar KH Yusuf Hasyim.

“Santri masa kini tidak hanya andal dalam mengaji kitab kuning, tetapi juga telah melek teknologi dan siap sedia terjun untuk masyarakat luas.”sambungnya.

​Pada kesempatan yang sama, KH Yusuf Hasyim menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan santri di Pati yang tetap bersemangat menggerakkan berbagai kegiatan positif di tingkat Majelis Wakil Cabang (MWC), lembaga, hingga pesantren.

Ia juga menyelipkan doa khusus di tengah sambutannya agar wilayah Pati yang sedang mengalami kekeringan segera mendapatkan berkah hujan dari Allah SWT. Pihaknya turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pati yang selama ini selalu memberikan dukungan penuh kepada NU dan dunia pesantren demi mewujudkan tatanan masyarakat yang baldatun toyyibatun wa robbun ghofur.

​Apresiasi senada turut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh yang hadir untuk senantiasa menjaga kebersihan hati dan mensyukuri setiap keadaan.

​”Cara nduweni ati sing apik ini masih saya tahap belajar. Hidup ini tidak mudah, tapi kita harus terus mengucap alhamdulillah supaya rezeki kita mudah dan berkah,” ungkap Risma Ardhi Chandra.

​Rangkaian puncak acara Hari Santri 2026 ini semakin semarak dengan digelarnya penganugerahan Pesantren Award 2026. Ajang penghargaan ini diberikan kepada pondok pesantren yang dinilai berdasarkan tiga kategori utama yang menjadi satu kesatuan, yaitu pesantren ramah anak dan perempuan, lingkungan yang bersih dan sehat, serta kemandirian ekonomi pesantren.

​Tahun ini, delapan pondok pesantren masuk dalam nominasi penerima penghargaan.

​Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, peringkat pertama Pesantren Award 2026 diraih oleh Pondok Pesantren Mansajul Ulum Cebolek Kidul Margoyoso. Menyusul di tempat berikutnya secara berurutan adalah Pondok Pesantren Maslakul Qur’an Sirahan Cluwak di peringkat kedua, Pondok Pesantren Mambaul Ulum Pakis Tayu di peringkat ketiga.

Kemudian, pondok Pesantren Madinatul Qur’an Winong di peringkat keempat, serta Pondok Pesantren Roudlotul Qur’an Tayu Wetan di peringkat kelima. Selain itu, penghargaan khusus juga diberikan kepada Pondok Pesantren Nurul Jadid, Al Jamal, dan Al Islah.(angga/adb)

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here