
KUDUS,Suaranahdliyin.com –Selama dua hari Senin- Selasa (27-28/10/2026), keluarga besar Madrasah Nahdlatul Ulama Raudlatus Shibyan Peganjaran Bae mengadakan Perkemah Santri di lapangan desa setempat. Kegiatan dalam rangka Hai Santri Nasional (HSN) ini diikuti 700 santri/siswa mulai tingkat MI, MTs dan MA Raudlatus Shibyan.
Kepala MANU Raidlarus ashibyan WaficKhairi menjelaskan tujuan perkemahan hari santri untuk mengimplementasikan nilai-nilai Kesantrian, Ke-NU-an dan Ke-Indonesiaan dalam bentuk perkemahan yang edukatif, religius dan patriotik.
“Selain itu, membentuk santri yang berakhlakul karimah, cinta Al-Qur’an, istiqomah menjalankan amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dan nenanamkan jiwa Hubbul Wathan Minal Iman, mengenang Resolusi Jihad KH. Hasyim Asy’ari, dan memperkuat komitmen NKRI.”ujarnya
Kemah ini, lanjut dia, menjadi sarana melatih kemandirian, kedisiplinan, kepemimpinan, kerjasama, dan survival skill santri di alam terbuka. Mempererat ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insaniyah antarsantri, dewan asatidz dan masyarakat.
“Yang lebih penting, meeeka bida mengamalkan Dasa Dharma dan Tri Satya Pramuka dalam bingkai kesantrian.”terangnya.
Menurut Wafic, kegiatan memiliki output yang penting bagi santri, madrasah dan masyarakat. Bagi santri, ia bisa menjadi santri yang tidak hanya pintar ngaji, tapi juga tangguh, disiplin, cinta tanah air dan siap menjadi pemimpin masa depan dan tumbuh rasa bangga menjadi santri NU.
“Bagi madrasah, perkemahan ini menjadi syiar bahwa Madrasah NU Raudlatus Shibyan mampu menjadi pusat pembentukan karakter santri yang berilmu, beramal dan berakhlak sekaligus meningkatkan citra dan kepercayaan masyarakat terhadap madrasah.” imbuhnya

Dari kemah ini, kata Wafic, bisa lahir generasi dari Raudlatus Shibyan yang menjadi penjaga tradisi ulama, penjaga NKRI, dan agen perubahan menuju peradaban dunia yang rahmatan lil ‘alamin.
“Dengan demikian, Semangat Hari Santri tidak hanya seremonial, tapi membekas menjadi gerakan nyata.”tambahnya.
Wafic menegaskan pramuka bagi santri sangat penting. JikaMadrasah NU Raudlatus Shibyan tidak ada Pramuka, santri hanya pintar mengaji.
“Dengan Pramuka, santri jadi pintar mengaji dan siap memimpin.” tandasnya.
Dalam kegiatan yang ditutup oleh Ketua Kwarcab Kudus yang juga wakil bupati Belinda Berton ini diisini lima materi pokok perkemahan:. Yakni, Tahlil dan istighotsah, Materi Kepemimpinan & Kepramukaan Santri, Outbound & senam santri, Malam Renungan & muhasabah santri dan api Unggun serta bakti sosial (bumbung kemanusiaan)
“Bakti sosial dialokasikan untuk bantuan air bersih yang diperuntukan masyarakat terdampak kekeringan di kecamatan sejumlah 3 mobil tangki,” terang Wafic.
Hadir pada kesempatan itu, Kepala Kantor Kemenag Kudus H.Sony Wardana, sekretaris Kwarcab Kudus Rizky Otavian Sekretaris Kwarcab Kudus, Ketua Sakoma Ma’arif Kudus H.Miftah Baidhowi dan Ketua Komisi B DPRD Kab.Kudus H.Sutejo (adb/ros)


































