Rauhah, Jejak Salafuna Shalih Kunci Segala Persoalan

0
412
Al-Habib Muhammad Al-Habsy

SURAKARTA, Suaranahdliyin.com – Membaca riwayat orang-orang saleh, termasuk kesunnahan yang utama. Demikian itu juga bisa jadi kunci atas segala persoalan hidup manusia.

Hal itu mengemuka dalam Rauhah Haul Habib Ali Al-Habsy di Masjid Riyadh Kota Surakarta, Senin (16/12/19). Diungkapkan oleh al-Habib Muhammad Al-Habsy, termasuk rahasia kedudukan yang diraih oleh kakek buyutnya, pengarang Maulid Shimtuddurar, Habib Ali Al-Habsy tekunan mengingat gurunya.

“Beliau al-Habib Muhammad Ali Al-Habsy seperti terbebas dari segala masalah, karena dalam benaknya selalu terbayang sosok gurunya, yakni Habib Abu Bakar Al-Athas,” terang Habib Muhammad.

Pernah suatu ketika, kisahnya, Habib Muhammad Ali Al-Habsy terkena demam hingga suhu tubuhnya sangat panas. Seketika itu pula beliau langsung ingat kepada guru-gurunya dari golongan salafuna saleh, seketika itu pula suhu tubuhnya menurun.

“Aku tidak pernah susah, sebab aku merasa selalu dijaga oleh guruku yang bersambung kepada Rasulullah, sehingga aku juga tidak pernah melepas ikatanku dengan Allah,” ujar cucu Habib Anis bin Alwi Al-Habsy itu menirukan ungkapan Shohibul Haul, Habib Muhammad Ali Al-Habsy.

Salafuna saleh, kata Habib Muhammad, adalah orang-orang pilihan yang hidupnya tidak pernah lepas dari teladan dan sikap Rasulullah. Seperti diceritakan dalam manaqibnya Habib Muhammad Ali Al-Habsy, ada di antara mereka yang berumur panjang.

Tersebutlah al-Imam al-Habib Thabari yang berusia hingga 102 tahun. Kendati begitu, seluruh anggota tubuh masih awet dan tidak ada tanda penuaan. Mulai dari mata, telinga, tangan, kaki, gigi dan dadanya semua masih kuat layaknya orang muda.

“Tidak ada satupun yang menua. Ketika suatu saat beliau ditanya tentang rahasianya, beliau menjawab bahwa selama seumur hidupnya tidak pernah bermaksiat kepada Allah,” lanjut Habib Muhammad.

Dia mengemukakan, Habib Muhammad senantiasa berpegang pada tali ajaran Rasulullah. Laku hidupnya mengikuti salafuna saleh, sehingga diberikan Allah kepadanya berupa tubuh yang sehat wal ‘afiyat meski telah berusia lanjut.

Al-Habib Jailany al-Habsy dari Hadramaut, Yaman, menyampaikan, betapa pentingnya berpegang teguh pada ajaran dan teladan salafuna saleh. Seperti halnya dicontohkan oleh Habib Ali Al-Habsy.

‘’Sudah semestinya kita juga bisa mengikuti. Semoga kita semua mendapatkan rahmat dan rida Allah sepulangnya dari majelis ini,” tuturnya. (farid/ adb, ros)

Comments