Pra-LAKMUD, PAC IPNU–IPPNU Kota Kudus Tanamkan Jiwa Kader Sejati

0
377
Peserta Sekolah Kader Dasar sebagai pra LAKMUD

KUDUS,Suaranahadliyin.com – Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama – Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PAC IPNU – IPPNU) Kecamatan Kota Kudus mengadakan Sekolah Kader Dasar (SKD) 2, Senin, (15/12/2025). Bertempat di Gedung As-Syarof MWC NU Kecamatan Kota, kegiatan ini sebagai langkah awal pembentukan karakter seorang calon kader sebelum mengikuti Latihan Kader Muda (LAKMUD).

Wakil Ketua Bidang Kaderisasi PAC IPPNU Kota Kudus Elok Rinjani.menjelaskan peserta SKD 2 ini melibatkan Pimpinan Ranting & Pimpinan Komisariat (PR & PK) seluruh kecamatan Kota yang merupakan calon peserta LAKMUD Kota tahun 2025. Setelah terlaksana SKD 1 pada 29 November lalu, dilanjutkan dengan SKD 2 yang merupakan Pra LAKMUD yang wajib diikuti calon peserta sebagai syarat kelolosan.

“Kegiatan ini dinarasumberi langsung oleh Pimpinan Cabang (PC) IPNU – IPPNU Kabupaten Kudus dan alumni bidang kaderisasi PAC IPNU IPPNU Kota Kudus Arif Ausafa Zaidan.”terangnya.

Berbagai materi disampaikan mulain falsafah kaderisasi, kontribusi kader, dan semangat komitmen dalam berjuang. Ditambahkan, sebagai calon peserta LAKMUD harus terbekali pengetahuan tentang landasan kaderisasi, hakikat kader, dan peran sebagai kader.

“Selain itu, sebagai kader juga harus bisa berkontribusi memberi pengaruh baik dan menjaga nilai-nilai Ke-NU-an. Yang terpenting dalam SKD 2 ini adalah komitmen dalam berjuang di IPNU – IPPNU yang perlu dibentuk sejak awal.”ujarnya..

“Peserta bisa lebih ikhlas dalam berkhidmah di IPNU – IPPNU dan mampu menghadapi arus organisasi,”lanjut Elok Rinjani.

Ketua PAC IPNU Kecamatan Kota, M. Muchsin Abdul Chamid menegaskan kader sejati harus mampu memberi pengaruh untuk orang dan lingkungan sekitarnya. kader sejati juga tidak pernah berhenti belajar dan berjuang.

“Kader sejati bukanlah mereka yang hadir di keramaian, tetapi mereka yang bertahan berjuang di kesunyian.”ujarnya.

“Bukan mereka yang hanya pandai bicara, tetapi mereka yang mampu memberi kontribusi nyata. Dan bukan pula mereka yang hanya membawa nama organisasi, tetapi mereka yang mampu membawa nama organisasi dalam sikap dan tindakan”ungkapnya.(Nadia Syukria Salma, Mahasiswi KPI FDKI UIN Sunan Kudus/adb)

Comments