
KUDUS Suaranahdliyin.com — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PWNU) Kudus menggelar Kick Off Hari Santri 2026 di Pondok Pesantren Yanbu’ul Qur’an Kudus, Rabu (14/10/2026) malam. Dalam acara kick off ini ditandai dengan istighotsah dan pemberian dana apresiasi kepada 60 merbot masjid terpilih se-Kudus.
Ketua panitia HSN 2026 Kudus Hj.Renni Yuniati mengatakan kegiatan kick Off ini menjadi tanda dimulainya rangkaian kegiatan Hari Santri Nahdlatul Ulama di Kudus. Ia mengharapkan seluruh rangkaian kegiatan nantinya dapat menjadi ruang silaturahmi, pendidikan, pengabdian, kreativitas, dan pemberdayaan bagi para santri serta seluruh masyarakat.
“”Kami ingin Hari Santri tahun ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, kegiatan Hari Santri harus memberikan dampak nyata, khususnya dalam memperkuat akhlak dan karakter generasi muda.”ujarnya
Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama(LKNU) ini menambahkan peringatan hari santri ini juga untuk meningkatkan kecintaan kepada ulama dan pesantren, mempererat persatuan warga Nahdlatul Ulama, menumbuhkan kepedulian sosial, meningkatkan kualitas pendidikan dan kemandirian ekonomi umat, serta menjaga
persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Kami mengajak seluruh elemen NU, para santri, alumni pesantren, lembaga pendidikan, badan otonom, serta masyarakat luas untuk bersama-sama menyukseskan seluruh rangkaian Hari Santri.”kata Renni
Renni menegaskan Hari Santri bukan hanya peringatan tahunan. Hari Santri merupakan momentum untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan, pengabdian, dan
kecintaan kepada agama, bangsa, dan Nahdlatul Ulama.
“Kita peringati sebagai bentuk penghormatan atas jasa para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta membangun
negeri.”tandas Renni.
Sejarah telah mencatat, lanjut dia, bahwa para kiai dan santri berada di garis depan ketika bangsa ini
menghadapi berbagai ancaman. Resolusi Jihad yang digelorakan oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari dan para ulama pada 22 Oktober 1945 menjadi salah satu bukti bahwa cinta tanah air merupakan bagian
dari keimanan.
“Semangat tersebut telah melahirkan perjuangan besar yang dilakukan dengan ilmu, doa, keteguhan hati, dan pengorbanan.”imbuhnya
“Karena itu, peringatan Hari Santri harus kita maknai sebagai panggilan untuk meneruskan perjuangan para pendahulu. Santri masa kini tidak cukup hanya memahami sejarah, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi bagi persoalan zaman.”sambung dia
Ia menekankan santri harus menjadi generasi yang berilmu, berakhlak,
mandiri, terbuka, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Santri harus mampu menjaga tradisi yang baik sekaligus mengambil kemajuan yang lebih baik.
“Sebagaimana prinsip yang kita pegang: menjaga tradisi, mengembangkan inovasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.”tegas Renni.
Sementara itu, ketua PCNU Kudus KH. Asyrofi Masyito mengharapkab HSN tahun ini lebih semarak dari sebelumnya untuk.menghidupkan kecintaan NKRI dan NU Semua elemen NU dari berbagai tingkatan harus semangat melanjutkan perjuangan menegakkan NKRI dan NU.
“Kita yang tidak merasakan pahitnya perjuangan meraih kemerdekaan, mari kita tingkatkan dan niatkan menjunjung tinggi NKRI dan NU untuk meneruskan peprjuangan mbah KH. Hasyim Asy’ari pendiri NU,”ajaknya.
Dalam kegiatan HSN tahun ini, PCNU Kudus mengagendakan banyak kegiatan yang dipusatkan di komplek NU Center Jalan Lingkar Mejobo Kudus. Berikut daftar kegiatan peringatan HSN yang dimulai 14 Oktober hingga puncak acara 25 Oktober mendatang (lihat foto grafis di bawah ini.

Hadir juga dalam acara kick off, Rais PCNU Kudus KH Ulil Albab Arwani, pengurus PCNU, Lembaga dan banom NU dan pengurus MWCNU se-Kudus.
(adb/ros)

































