
KUDUS, Suaranahdliyin.com – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama menggelar Apel Akbar Hari Santri 2026, Kamis (22/10/3026). Apel yang berlangsung di lapangan Duta Aswaja diikuti sekitar 1500 peserta dari kader NU, santri dan pelajar sekolah-madrasah se-Bae.
Pembina Apel Ketua MWCNU Bae KH.Moh. Tho’at mengatakan seorang santri harus menguasai ilmu dan teknologi. Kendati mencari ilmu sampai luar negeri, hati dan amalan santri harus tetap memegang teguh ajaran islam Ahkussunah Wal jamaah.
“Belajar ilmu boleh hingga Italia Eropa
Australia bahkan Amerika tetapi hati dan amalan harus tetap berpegang teguh ajaran Islam Aswaja,”tandasnya
KH Tho’at menuturkan sejarah perjuangan para ulama NU dalam memperjuangkan negara Republik Indonesia. Diuraikan, lahirnya Resolusi jihad oleh Hadratusy Syeikh KH. Hasyim Asy’ari mampu menggelorakan semangat perlawanan 10 Nopember terhadap penjajah demi menjaga kemerdekaan NKRI.
“Ini menjadi bukti peran besar ulama, kiai NU dan santri,”ungkapnya.

Sekretaris MWCNU Bae Muhammad Raji’un menjelaskan sejumlah madrasah sekolah yang mengirim peserta apel hari santri, diantaranya SMK Duta Karya, SMP Duta Aswaja, MTs – MA NU Raudlatus Shibyan, Mts Khoiriyah, Mi Khoiriyah, Mi Al-Furqon, SD 01 Purworejo dan SD 02 Purworejo.
“Alhamdulillaj para pelajar dan santri sangat antusias mengikuti apel dengan khidmat.”ujarnya.
Ia menambahkan MWCNU Bae mengadakan rangkaian peringatan Hari Santri. Diawali kick off HSN, khotmil qur’an, Do’a dan Manaqib (21/10/2026), Expo UMKM di Gedung MWC NU BAE (22-24 Oktober mulai 09.00 WIB – Selesai), sarasehan Gedung MWC NU BAE ( 19.30 WIB 22.00), Festival Lomba Santri dan puncak HSN Maulid dan Rebana Kolosal Se-Kec. Bae (24 Oktober)
“Usai apel dilanjutkan kegiatan lomba lomba di gedung MWC NU Bae,”terangnya.
Setelah apel, pengurus MWCNU Bae beserta peserta apel menjalankan salat Istisqo dengan imam KH. Saudi Ali dan khotib katib MWCNU K. Sya’roni Suyanto. Melalui salat ini, mereka mengharap turun hujan.(adb/ros)


































