Kecintaan Mbah Yasin pada Rasulullah, Ahlul Bait dan Dedikasinya pada Negeri

0
1792
KH. Ahmad Saiq (memegang mic) dalam sebuah kesempatan haul salah satu kiai Jekulo. Nampak di samping KH. Ahmad Saiq, antara lain KH. Sanusi bin Yasin dan Gus Afif bin KH. Hanafi

KUDUS, Suaranahdliyin.com – 68 tahun yang lalu, KH. Yasin (Mbah Yasin) Jekulo menghadap Sang Pencipta. Mbah Yasin yang memiliki nama asli Sukandar (Mbah Kandar), dimakamkan di kompleks Masjid Baitussalam Jekulo Kauman.

Kendati telah lama menghadap Sang Pencipta, namun keteladanan dan keberkahan ilmunya masih dirasakan hingga sekarang, khususnya oleh warga sekitar dan para santri.

KH. Ahmad Saiq Mahin, dalam sambutannya pada haul ke-68 Mbah Yasin, baru-baru ini, antara lain pesan Mbah Yasin agar kita senantiasa mengikuti para ulama terdahulu. Dengan begitu diharapkan bisa memperoleh keberuntungan baik di dunia maupun akhirat.

طبت نفسا وقر عينا بتقليد كل من شئت منهم

“Betapa beruntung dan bahagianya engkau dengan mengikuti siapa saja dari para ulama terdahulu,” ujar KH. Ahmad Saiq mengutip pesan Mbah Yasin kepada putranya, KH. Muhammad, pengasuh Pesantren Al-Qoumaniyah.

Selain itu, Mbah Yasin juga dikenal sebagai Mujiz Dalailul Khairat Nusantara, dan tokoh pengantar berdirinya NU serta pejuang kemerdekaan. ‘’Mbah Yasin juga seorang muhibbin (pecinta ahlul bait Nabi),’’ terang KH. Ahmad Saiq.

Para santri (murid) Mbah Yasin, kata KH. Ahmad Saiq, pun banyak yang menjadi tokoh dan teladan umat. Antara lain Habib Ali (Mayong, Jepara), Habib Muhammad Al-Kaff (Kudus), Habib Hamid bin Muhammad Al-Aydrus (Magelang), serta Habib Muhsin (Pemalang).

Tradisi hubungan Mbah Yasin dengan ahlul bait, itu diwariskan kepada putra-putrinya untuk diteruskan. Seperti yang dilakukan Gus Lukman al-Hakim bin Sanusi yang tak lain adalah cucu Mbah Yasin. Ia diketahui banyak menjalin silaturahim dengan para habaib di Kudus dan habaib dari berbagai daerah lain.

Gus Lukman (cucu Mbah Yasin) foto bersama beberapa habaib dan santri

Termasuk, Gus Lukman juga memiliki kedekatan dengan Habib Alwi bin Ali bin Alwi bin Ali Al-Habsyi, yang merupakan cicit shahibul maulid Shimtud Durar. Kecintaan kepada Rasulullah, zurriyah dan salawat, menjadikan Mbah Yasin dianugerahi umur layaknya Rasulullah; 63 tahun.

Mbah Yasin mangkat, setelah sukses dalam ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan menyebarkan Islam ala madzahibi Ahlussunnah wal Jamaah di Desa Jekulo dan sekitaranya. “Semoga dengan hadirnya kita di majelis haul ini, bisa menjadikan keberkahan dan keberuntungan bagi kita semua di dunia dan akhirat kelak,” tutur KH. Ahmad Saiq diamini jamaah yang hadir. (gie, rid, rls/ adb)

Comments