Kaji Bonus Demografi, Begini Penyampaian Ketum PP IPPNU beserta Staf Menaker

0
227
Pelantikan dan Raker 1 PC IPNU-IPPNU Kudus

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Talkshow yang digelar PC IPNU IPPNU Kudus turu mengundang narasumber Staf Menteri Ketenagakerjaan, Hindun Anisah dan Ketum PP IPPNU, Nurul Hidayatul Ummah. Mengangkat tema Generasi Pelajar Kreatif dan Kompetitif Menyambut Bonus Demografi, talkshow yang merupakan acara pelantikan dan raker ini digelar di Gedung Serbaguna Garaha Idola, Gebog, Kudus pada, Ahad, (21/03/21).

Staf Kemnaker, Hindun Anisah, menyampaikan, adanya bonus demografi terkait kompleksnya beberapa hal salah satunya yakni angka harapan hidup yang memengaruhi hukum alam. Setiap negara pula akan mengalami bonus demografi dan yang telah mengalami ini adalah Jepang dan bisa merespon dengan baik.

“Ini harus kita jadikan senagai anugerah dan jangan sampai jadi musibah,” katanya.

Adapun keuntungan yang didapat, menurut Anisah adalah negara Indonesia akan kelebihan jumlah penduduk yang siap kerja yang mana itu merupakan usia produktif. Puncaknya yakni 2021.

“Datanya jumlah penduduk Indonesia yang kategori usia produktif ada 70.72 persen, dengan prosentase generasi millenial 25,8 persen dan 27.95 persen generasi,” jelasnya.

Sementara itu, lebih lanjut Anisah memaparkan, dampak bonus demografi dalam ekonomi yakni jika pemerintah dan seluruh masyarakat bisa mengelola dengan baik dan tepat sasaran, maka tentu bisa meningkatkan ekonomi.

Upaya pemerintah bonus demografi ini sudah dipersiapkan sejak awal mulai dari visi misi presiden untuk menyambut bonus demografi. Salah satunya dengan menyiapkan program yang meningkatkan produktivitas dan daya saing.

“Jadi jika kita berbicara lapangan kerja kita lihat dulu bagaimana produktivitas negara kita yang ternyata masih sangat rendah,” paparnya.

Indonesia sementara ini masih ibawah vietnam dan kamboja yakni prosentase produktivitasnya hanya 3.8 persen. Menurut penelitian, ada 85 jt 97 jt pekerjaan baru muncul.

“Kalau kita kreatif dan inovatif kita jg pasti bisa maju. Kemunculan sekarang itu youtuber selebgram conten creator dan ini menjadi pekerjaan dan peluang baru. Saya yakin sekali jika anak muda sekarang anak muda yang tidak kehabisan akal di masa pandemi,” ujar Anisah.
Melek Isu

Ketum PP IPPNU, Nurul Hidayatul Ummah, menjelaskan, tema bonus demografi ini menjadi tanda bahwa rekan-rekanita sudah melek isu dan ternyata tidak hanya cakap di bidang spiritual tapi bidang apapun.

Ia juga menjelaskan, bonus demografi merupakan jumlah penduduk produktif mengalami lonjakan yang luar biasa di usia 16-64 tahun akan diprediksikan tahun-tahun ini. 260 jt jiwa penduduk Indonesia, 70 persennya produktif tak terkecuali para pelajar.

“Pelajar itu tidak hanya sekolah saja, meski sekolah sangat penting namun kita juga perlu mempelajari skill-skill yang lain, jelasnya.

Di 2020 kemarin, lanjut Nurul, memasuki revolusi 4.0 dan banyak sekali skill yang telah dikembangkan oleh para masyarakat Indonesia termasuk start up yang sangat menjamur.
Menurut Nurul, skill yang paling penting adalah kolaborasi dengan partner dan inilah yang dibutuhkan generasi saat ini khususnya IPNU IPPNU. Kreatif skill juga banyak sekali misalnya bidang enterprenuership, bidang seni, bidang bersosial masyarakat, atau berinovasi teknologi.

“Melalui organisasi IPNU IPPNU kita bisa belajar skill yang difasilitasi oleh organisasi,” pungkasnya. (umi zn/rid)

Comments