Harlah ke-76 Fatayat,
Kader Fatayat NU Harus Mandiri, Trampil dan Tangguh

0
41
Ketua PC Fatayat NU Klaten Siti Khotimah dalam Halalbihalal dan Harlah Fatayat NU Klaten

KLATEN,Suaranahdliyin.com -Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Klaten, menggelar Peringatan Hari Lahir (Hatlah) ke-76 Fatayat NU yang dengan rangkaian acara Semaan Al Qur’an Ikatan Hafidzoh Fatayat (IHF), Halal Bihalal, dan Pertemuan Tri Wulan.

Kegiatan bersama Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU se – Kabipaten Klaten dengan tema “Berdaya, Berdampak, Mendunia” bertempat di Taman Nyi Ageng Rakit, Krakitan, Bayat, Klaten, Ahad (26/4/2026) lalu.

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Klaten, Siti Khotimah dalam sambutannya mengatakan bahwa kader Fatayat harus mempunyai kapabilitas. Sebagai perempuan, Fatayat harus mandiri, punya skill, ketrampilan serta tangguh secara mental dan ekonomi. Ilmu dan gerakan.

“Kita tidak boleh berhenti pada diri sendiri, harus bisa menebar kemanfaatan untuk keluarga, masyarakat dan bangsa,”ujarnya.

Mbak Khot sapaan akrabnya, menambahkan bahwa dengan Peringatan Harlah Fatayat Ke-76 menambah spirit peran Fatayat baik di internal NU dan masyarakat. Peringatan Harlah Fatayat NU yang Ke 76 dengan Tema ‘Berdaya, Berdampak, Mendunia’ bukan hanya jargon semata.

“Mari bersama – sama kita wujudkan kegiatan – kegiatan Fatayat yang mampu mewarnai, diterima dan memberi kemanfaatan untuk masyarakat. Bersinergi dengan Badan Otonom (Banom) lain, pemerintah dan beberapa stake holder,”tambahnya.

Semenetara kegiatan yang diisi kajian Ilmiah bertajuk Perempuan, Kesehatan dan Kemaslahatan, pembicara dr Wirahmiardi Sudjarwo menyampaikan keutamaan perempuan peran sentral dalam menentukan kualitas generasi penerus dan keluarga.

“Bahwa perempuan sebagai aktor utama dalam pembangunan kesehatan dengan fokus memperkuat kebijakan, layanan, dan pemenuhan hak kesehatan yang adil, berkualitas, serta reponsif terhadap kebutuhan perempuan ,”terangnya.

Lebih lanjut dr Windy menegaskan bahwa Fatayat NU tidak boleh hanya hadir sebagai symbol, tetapi harus menjadi solusi bagi masyarakat.

“Di Indonesia peranan perempuan dalam perekonomian khususnya pada sektor Usaha Menengah, Kecil dan Mikro ( UMKM ), 53,7% pelakunya perempouan dan 97% pekerjanya pun perempuan,”pungkasnya.(Eko Priyanto/adb)

Comments