
KLATEN, Suaranahdliyin.com – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Juwiran, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, menggelar Musyawarah Ranting (Musyran) IV di rumah Tamsuri, Dukuh Jayan, Desa Juwiran, Jumat malam (2/1/2026).
Musyran tersebut menjadi ajang evaluasi, regenerasi, perencanaan program, kebijakan sekaligus konsolidasi organisasi PRNU Juwiran selama satu pereode kepengurusan. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh jajaran pengurus ranting serta perwakilan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Juwiring.
Pada Sidang Pleno , laporan pertanggungjawaban (LPJ) PRNU Juwiran masa khidmah 2020–2025 disampaikan oleh Sekretaris PRNU Juwiran, Rosyid Ridlo. LPJ tersebut diterima tanpa catatan oleh seluruh peserta musyawarah.
Dalam laporannya, Rosyid menjelaskan dinamika organisasi yang berjalan atas rasa handarbeni dan tanggung jawab untuk bersama – sama mengembangkan.
“Dinamika Organisasi PRNU Juwiran bergeliat dengan Pertemuan rutin memupuk rasa memiliki, Kaleng Koin NU, Ahad pagi, Mujahadah sampai akhir kepengurusan pereode 2020 – 2025,” ungkap Rosyid.
Ia menambahkan, pertemuan rutin selapanan PRNU Juwiran dilaksanakan secara bergilir antar dukuh .
“Pertemuan rutin PRNU Juwiran berjalan seperti halnya PRNU yang lain yakni bergilir dari dukuh satu ke dukuh yang lain,” imbuhnya.
Pada bulan Mei 2025 kemarin, lanjutnya, PRNU Juwiran menggelar Yasin , dzikir tahlil sebagai acara perdana bertempat di Gedung Ketos Asri, dusun Dukuh, Desa Juwiran yang didukung penuh oleh Lembaga, Badan Otonom (Banom), dan seluruh warga nahdliyin se-desa Juwiran.
“Semoga acara bersama ini kedepannya sebagai agenda rutin,”harapnya.
Lebih lanjut Rosyid menyampaikan bahwa Kaleng Koin NU telah terasa kemanfaatannya bagi jamaah.
“Kaleng Koin NU PRNU Juwiran kemanfaatannya dikembalikan lagi untuk kesejahteraan warga nahdliyin dengan kegiatan Santunan Yatim – Piatu, Dhuafa, Sosial Kematian bagi jamaah, Suport kegiatan Ahad Pagi dan Mujahadah dan Renovasi Raudhatul Athfal (RA) Islam Pancasila,”terangnya.
Sidang Pleno II yang dipimpin Muhammad Qosim dengan Rachmadi sebagai sekretaris dari jajaran pengurus MWCNU Kecamatan Juwiring. Dalam sidang tersebut yang berjalan secara demokratis, menetapkan Syamsul Hadi sebagai Rais Syuriyah dan Tamsuri sebagai Ketua Tanfidziyah PRNU Juwiran untuk masa khidmah 2026–2031.
Penetapan kepengurusan tersebut diharapkan mampu meningkatkan program-program yang sudah berjalan, memperkuat pelayanan keagamaan, serta meningkatkan peran Nahdlatul Ulama di tengah masyarakat Desa Juwirran (Eko Priyanto/adb)








































