Ikhtiar Gerakkan NU untuk Bangun Jawa Tengah

0
1485

Oleh: H. Hisyam Zamroni

Merujuk pada tataran realitas, basis kekuatan Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia yang potensial adalah di Jawa Timur,  Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Di Jawa Tengah, potensi NU antara lain meliputi Sumber Daya Manusia SDM), keberadaan masjid-masjid, musala, lembaga pendidikan, hingga institusi kesehatan, yang untuk semuanya membutuhkan kemampuan manajerial yang cerdas dan mobilitatif di masa yang akan datang.

Kecerdasan mengonsep, membuat strategi sekaligus melaksanakannya, membutuhkan orang yang “kober’’ atau punya waktu lebih untuk mengurusi NU, dhohiron wa bathinan, demi kemaslahatan umat di Jawa Tengah secara umum, dan khususnya NU.

Kemampuan mobilisasi dan melakukan komunikasi yang baik di lingkung internal, eksternal dan memobilisasi masyarakat bawah, sangat dibutuhkan untuk membangun kekuatan baru NU Jawa Tengah, dengan banyaknya peluang dan tantangan yang demikian kompleks. NU mau tidak mau, harus ambil peran dalam membangun Jawa Tengah yang kondusif dan sejahtera.

Mobilisasi dan komunikasi internal, diwujudkan dengan penguatan organisasi dari tingkat Wilayah, Cabang, Majlis Wakil Cabang, Ranting dan Anak Ranting hingga banom banomnya, sebagai upaya penguatan struktur organisasi, sehingga program yang direncanakan dapat dijalankan secara sistematis dan maksimal. Komunikasi struktural antara PWNU dan PBNU, juga mesti bisa dilakukan secara intens dan harmonis.

Selanjutnya, mobilisasi dan komunikasi eksternal, yaitu komunikasi lintas sektoral, di mana Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah ke depan harus mampu bersinergi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Provinsi.

Di luar itu, adalah mobilisasi dan komunikasi dengan masyarakat yang secara intens. Untuk itu, harus mempunyai waktu yang sangat luang, bukan sekadar “waktu ampiran” dalam ngopeni dan mendampingi masyarakat.

Dengan kata lain, Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah ke depan, harus mempu menjadi solusi problematika hidup bukan, sebaliknya justru menjadi beban hidup. Sederhananya, NU di dunia bisa dijadikan solusi hidup, dan di akhirat  menjadi gandulan menuju surga bersama Rasulullah Muhammad SAW.

Untuk mewujudkannya, dibutuhkan kebersamaan, keseriusan dan kerja keras, bukan justru menonjolkan ego sektoral dan golongan yang melihat keramaian setiap lima tahunan, sibuk  “mempertahankan kedudukan”  takut tergeser dan sibuk “memperebutkan kedudukan”.

Perlu disadari, bahwa di atas semua itu, ada hal yang lebih subtansial (esensi) yang mesti diperjuangkan secara bersama, yaitu merubah mindset ke-NU-an kita: mari dari rumah kita bawa ke NU dan jangan dari NU kita bawa ke rumah. (*)

H. Hisyam Zamroni,

Penulis adalah Wakil Ketua PCNU Kabupaten Jepara

Comments