Gandeng Fakultas Dakwah UIN Saizu, MWC NU Susukan Bangun SDM Tangguh di Era Digital

0
128
Pelatihan literasi dan jurnalistik MWCNU Susukan dan UIN Saizu

BANJARNEGARA,Suaranahdliyin.com – Guna mencetak kader yang adaptif dan berdaya saing di era teknologi, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, menggelar Pelatihan Literasi Digital dan Jurnalistik. Acara strategis yang mengusung tema “Membangun Kepemimpinan Bisnis yang Kuat di Era Manajemen Digital” ini dilaksanakan di Gedung MTs Ma’arif NU 01 Susukan, Ahad (19/7/2026).

Kegiatan ini dibuka secara bersama-sama oleh Ras MWCNU Susukan Kiai Hamid Abdurrahman dan Ketua MWCNU Susukan Kiai Ach. Amirudin.

Dalam pelaksanaannya, MWC NU Susukan bersinergi dengan Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto. Kehadiran tim akademisi ini dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Dakwah, Prof. Dr. Muskinul Fuad, M.Ag., didampingi oleh Kepala Program Studi (Kaprodi) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) beserta Sekretaris Prodi KPI.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Muskinul Fuad, M.Ag., menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas kerja sama yang terjalin. Ia menekankan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang tangguh di zaman digital.

“Melalui kemitraan ini, kita berupaya menyiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan zaman. Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti di sini, melainkan menjadi program yang berkelanjutan (sustainable). Selamat mengikuti pelatihan, ikuti dengan terstruktur namun tetap enjoy,”pesannya di hadapan para peserta.

Pelatihan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 15.30 WIB ini dikemas secara komprehensif. Sesi pertama diawali dengan pemaparan materi ilmu komunikasi yang mengombinasikan teori-teori para ahli dengan perspektif Al-Qur’an. Salah satu poin menarik yang dibedah adalah etika berkomunikasi digital, dengan merujuk pada tafsir Surat Al-Hujurat ayat 11–12 mengenai larangan komunikasi non-etis seperti mencela dan berprasangka buruk di ruang publik.

Setelah pondasi etika komunikasi terbentuk, acara dilanjutkan dengan materi jurnalistik praktis. Sesi ini membekali peserta dengan keterampilan menulis berita, teknik peliputan, dan manajemen konten media sosial secara profesional.

Respon para peserta yang mayoritas merupakan kader muda NU tampak sangat antusias. Gaya penyampaian pemateri yang santai, interaktif, dan penuh humor mampu mencairkan suasana, sehingga kelas pelatihan terasa hidup, asyik, dan mudah dipahami.

“Melalui pelatihan ini, MWC NU Susukan berharap para kader tidak hanya cakap dalam berorganisasi, tetapi juga mampu memimpin ceruk bisnis dan mengelola manajemen digital secara bijak, kreatif, dan profesional.”ujar Kiai Ach. Amirudin.
(KM Triyono/adb)

Comments