
KUDUS, Suaranahdliyin.com – Pesantren harus menjadi lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, sehat, dan bebas dari segala bentuk kekerasan guna menjamin terpenuhinya hak-hak santri.
Penegasan tersebut disampaikan Psikolog Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kabupaten Kudus Hj. Farida, dalam Sosialisasi Pesantren Ramah Anak yang diselenggarakan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Kabupaten Kudus di Pondok Pesantren Tahfidh Misbahul Qur’an, Kecamatan Mejobo, Sabtu (18/7/2026).
Dalam paparannya, Hj. Farida menjelaskan bahwa Pesantren Ramah Anak merupakan lingkungan pendidikan berbasis asrama yang menjamin keamanan, kenyamanan, kesehatan, dan perlindungan santri dari segala bentuk kekerasan.
“Pesantren harus menjadi rumah kedua bagi santri. Karena itu, seluruh hak anak harus dipenuhi dan mereka harus terlindungi dari segala bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, nonverbal, perundungan di dunia maya, maupun pelecehan,” ujar Dosen Bimbingan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) UIN Sunan Kudus tersebut.
Menurutnya, penyelenggaraan Pesantren Ramah Anak berlandaskan lima prinsip utama, yakni non-diskriminasi, mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak, menjamin hak hidup dan tumbuh kembang, menciptakan lingkungan tanpa kekerasan, serta memberikan ruang partisipasi kepada santri.
“Pendidikan agama di pesantren juga harus disampaikan dengan pendekatan yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan anak, ” imbuh Ketua PC Fatayat Kudus ini.
.Melalui cara tersebut, sambung dia, santri akan tumbuh mencintai ajaran Islam sekaligus memiliki karakter yang kuat.
“Selain penguatan pendidikan agama, pentingnya perhatian terhadap kesehatan santri melalui pemenuhan gizi seimbang, pemeriksaan kesehatan secara berkala, dan penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).” tandas Farida.
Kegiatan yang diikuti pengasuh pondok pesantren se-Kecamatan Mejobo, serta unsur badan otonom NU ini, turut dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidh Misbahul Qur’an KH. Misbahuddin Nashan Amir, Ketua PC RMI NU Kabupaten Kudus H. Khifni Nashif.
Hadir pula Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama Kabupaten Kudus H. Afif Noor, Keynote Speaker M. Nailal Mustaghfirin selaku Sekretaris RMI NU Kabupaten Kudus, para masyayikh dan musyrifah.(yuliana/adb)










































