Gus Muwafiq Sampaikan Pentingnya Mengingat Sejarah

0
693
Gus Muwafiq

BENGKULU UTARA, Suaranahdliyin.com – Salah satu tokoh NU yang juga dai kondang, KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq), didaulat menyampaikan tausiyah dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Kota Arga Makmur, Senin (17/10/2022) lalu.

Gus Muwafiq pada kesempatan itu mengingatkan kepada semua masyarakat untuk tidak melupakan sejarah. Sebab, menurutnya, kemajuan sebuah bangsa itu berasal dari sejarah besar yang ada di belakangnya.

“Seperti halnya kita memeringati maulid Nabi Muhammad, memeringati hari jadi juga salah satu fondasi untuk mengingat, bahwa kita semua punya masa lalu, yang tentunya harus menjadi pelajaran supaya lebih baik di masa yang akan datang,” tuturnya.

Dia menyampaikan, sejarah bisa dijadikan pelajaran untuk menghargai sesama dan berusaha untuk memajukan daerah, yang dikemas dengan unsur modern saat ini. “Jangan pernah melupakan sejarah, karena banyak ilmu yang bisa diambil dari sejarah bangsa ini,” pesannya.

Lebih lanjut, Gus Muwafiq juga mengajak semua masyarakat, khususnya umat muslim, untuk meningkatkan keimanan dan menjaga semangat toleransi antaragama, demi menciptakan kedamaian antarsesama pemeluk agama.

“Saling menghormati dan saling menghargai harus menjadi landasan utama dalam kehidupan beragama, sehingga toleransi bisa terus terjaga,” tegas dai asal Kota Yogyakarta tersebut.

Dia juga berharap, agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara lebih memahami teknologi dan terus belajar untuk mencari teknologi terbaru.

Di depan tamu undangan, Gus Muwafiq menyampaikan pentingnya mengingat sejarah

Dalam candaannya, dia mengomentari soal mikrofon yang gunakan dinilai kurang bagus, sehingga cukup menyulitkannya saat berceramah. Dengan kata lain, soud system yang disediakan panitia penyelenggara sudah bagus, namun mic yang disediakan kurang mendukung.

“Surat cinta saja sekarang sudah berubah menggunakan layanan digital seperti WhatsApp dan lainnya, kenapa mic tidak diganti warna? Warnanya ini malah dua periode,” kelakarnya disambut tawa tamu yang hadir. (rivai/ ros, adb)

Comments