Gelar Pentas Seni dan Bazar, RA NU Miftahul Huda 1 Lau Banjir Pujian

0
1155
Pengurus Yayasan dan Dewan Guru RA NU Miftahul Huda 1 berfoto bersama Kelompok Teater Kampung Budaya Piji Wetan (Doc.RA)

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Pentas seni seakan jadi gelaran wajib bagi anak-anak setingkat Raudlatul Athfal (RA) atau taman kanak-kanak (TK). Demikian pula dilakukan RA NU Miftahul Huda 1 Pranak Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kudus. Mereka bahkan membuat rangkaian acara khusus berupa jalan sehat dan bazar umkm sebagai ikhtiar bangkit pasca pandemi Covid-19.

Kepala RA NU Miftahul Huda 1 Pranak Desa Lau, Anifah, mengatakan setelah kurang lebih dua tahun kegiatan dibatasi, ini merupakan upaya untuk bangkit dari kondisi tersebut. Untuk itu, sebisa mungkin kami buat rangkaian acara ini agar seluruh masyarakat juga bersukacita bersama.

“Kegiatan seperti ini juga penting bagi mentalitas anak, kepercayaan diri dan karakter mereka utamanya. Tapi yang tidak boleh dilupa yaitu mendekatkan mereka pada lingkungan sekitarnya,” ujar dia, Senin (20/06/22).

Lebih lanjut, ia menyebutkan awalnya sempat ragu akan menggelar acara yang cukup besar itu bagi tingkat RA di desa. Namun, berkat dukungan dan tekad dari guru lain, juga donatur dan pihak lain yang diajak kerjasama akhirnya bisa terlaksana.

“Alhamdulillah, ini sungguh di luar dugaan, apresiasi dan terima kasih kepada mereka semua yang telah membantu,” sebutnya.

Termasuk Yang Terbaik

Mengapresiasi langkah tersebut, Pengawas RA-MI Se-Kecamatan Dawe, H. Faizin, menyebut bahwa RA NU Miftahul Huda 1 termasuk yang terbaik. Tidak hanya secara tampilan fisiknya saja, tetapi juga administrasi, pengelolaan, pembelajaran dan prestasinya guru-gurunya.

“Maka, Bapak dan Ibu sekalian sudah betul menitipkan putra-putrinya di RA NU Miftahul Huda 1 ini, semoga kelak anak-anak kita saleh, salehah dan berguna bagi agama dan bangsa,” katanya diamini ratusan warga yang hadir.

Pujian juga datang dari Ketua Kampung Budaya Piji Wetan, Muchammad Zaini. Menurutnya, sudah selayaknya lembaga pendidikan memiliki program yang merakyat. Dengan begitu anak didik akan terbiasa melihat pola keberagaman yang ada di masyarakat.

“Anak-anak sudah pasti merekam dan mengolahnya sendiri sehingga ketika dewasa nanti mereka tidak kaget kalau ternyata kehidupan di masyarakat itu begitu kompleksnya,” papar Zaini selaku bintang tamu pentas seni pada malam itu. (rid/adb, ros)

Comments