Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan
Fatayat NU Kudus Produksi Film Pendek “Mbatil”

0
1411
Foto adegan Film Mbatil

KUDUS,Suaranahdliyin.com – Dalam rangka Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP), Pimpinan Cabang Fatayat NU Kudus memproduksi Film pendek berjudul Mbatil. Film berdurasi 4.59 menit ini menyuarakan pesan-pesan anti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Dalam film yang diperankan pengurus Fatayat NU Kudus ini memvisualisasikan para buruh di atas angkot yang mau berangkat kerja mbatil. Mereka saling ngobrolin keadaan yang dialaminya hingga pada akhirnya diketahui ada seorang  buruh yang mengalami KDRT.

“Peristiwa kekerasan tidak lagi menjadi urusan rumah tangga lagi, tetapi menjadi perkara kemanusiaan. Jangan dibiarkan karena itu termasuk KDRT, melanggar HAM dan UU Penghapusan KDRT,”kata Wifiq memberi pesan dalam adegan film tersebut.

Menurut penulis cerita Miftahurrohmah, Film Mbatil ini mengangkat cerita kearifan lokal  (local wisdom). Di mana, Mbatil adalah profesi buruh mengguntingi atau merapikan ujung rokok.

“Ide cerita ini berasal dari kisah nyata yang pernah dicurhatkan pada salah satu pengurus Fatayat. Seorang istri yang selalu mendapat kan kekerasan dari suaminya yang tidak bekerja tetapi inginnya semua kebutuhan tercukupi,”ujarnya kepada Suaranahdliyin.com , Rabu (2/12/2020).

Perempuan yang biasa disapa Miftah ini menjelaskan penggarapan film mbatil ini untuk mengikuti lomba film pendek kampanye 16 HAKTP yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Tengah. Proses garapnya hanya berlangsung 4 hari, mulai menulis skrip, baca naskah dan shoting kemudian editing.

“Shooting adalah hal baru bagi semua pemain. Alhamdulillah, mereka mampu memerankan dengan baik,”imbuh mantan ketua PC Fatayat NU Kudus ini.

Ketua PC Fatayat NU Kudus Nik Hayati mengapresiasi seluruh produser dan pemain yang telah memproduksi film dalam waktu singkat. Film mbatil ini, kata dia, mampu memberikan edukasi bagi masyarakat terutama kaum perempuan.

“Film ini menggambarkan perempuan bisa kuat dan hebat, tidak mau kalah dengan laki-laki dalam memajukan ekonomi keluarga,”ujarnya.

Nik Hayati mengajak untuk menghargai jerih payah seorang perempuan dalam mempertahankan keutuhan rumah tangga. Ditambahkan, perempuan juga perlu diberi kebebasan untuk berkiprah di organisasi dan aktif di masyarakat.

“Yang penting juga, stop kekerasan pada perempuan baik dalam ranah domestik (rumah tangga) maupun ranah publik (tempat kerja).”tandasnya.

Sejak diunggah dalam akun Youtube PC Fatayat NU Kudus (30/11/2020), film mbatil mampu menyedot perhatian penonton. Hingga Rabu (2/12/2020) pukul 08.00 wib sudah ditonton 3.740 orang, 833 like dan 112 komentar.

Bagi yang ingin menonton bisa klik link ini https://www.youtube.com/watch?v=p74F9gtiHWw&list=TLPQMDExMjIwMjBI0srTbo82kQ&index=1  (adb,gie/ros,rid)

 

Comments