
BOYOLALI, Suaranahdliyin.com –Kerinduan kepada Nabi Muhammad SAW sedikit terobati bila bisa memperingati kelahiran dan berusaha semampunya meneladani akhlak Rasulullah sang pujaan hati.
Hal itu disampaikan Kiai Taufikurahman, Semarang, dalam pengajian peringatan maulid Nabi Muhammad Saw di masjid As-Sholihin, Dusun Suruhan, Karangjati, Wonosegoro, Boyolali, Sabtu (5/9/2026) lalu.
Kiai Taufikurahman mengajak selalu bersyukur atas limpahan nikmat dari Allah SWT di setiap saat, termasuk bersyukur bisa menjadi umat Nabi yang baik, yang semoga dikuatkan serta dimudahkan mengikuti ajarannya.
“Ketika bisa mendahulukan rasa syukur atas semua nikmat Allah, maka hati terasa enak,” katanya.
Menurut kiai yang juga guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Semarang ini, di antara cara menumbuhkan atau melatih rasa syukur atas nikmat adalah membiasakan berterima kasih di keluarga yang juga telah banyak dicontohkan Nabi.
“Penting, suami membiasakan berterima kasih kepada istri, istri kepada suami, orang tua kepada anaknya dan sebaliknya, demi kebaikan dan keharmonisan keluarga,” ujarnya.
Ditambahkannya, bisa saling mensyukuri di antara anggota keluarga akan menjadi budaya terpuji yang juga akan menjalar membawa kebaikan antartetangga dan masyarakat secara luas.
Sedangkan Sugiyarto, Kepala Dusun Suruhan, mengutarakan, dalam pengajian ini juga diadakan pengumpulan donasi untuk santunan bagi dhuafa di tujuh RT Dusun Suruhan.
“Sebagai wujud rasa syukur, selain rutin santunan anak yatim piatu setiap bulan Muharram, juga akan terus kita biasakan menyantuni dhuafa di sekitar kita,”ujarnya. (ani, ant, afkar/adb)



































