Kakanwil Kemenag Jawa Tengah H. Saiful Mujab bersama kader Fatayat peserta pelatihan Konselor Keluarga Sakinah di Semarang

SEMARANG,Suaranahdliyin.com – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Tengah H. Saiful Mujab mendorong Fatayat NU menyesuaikan pola dakwah dengan perkembangan era digital sekaligus memperluas peran dalam pemberdayaan masyarakat.

H. Saiful Mujab menyampaikan hal itu dalam pembukaan Pelatihan Konselor Keluarga Sakinah yang digelar Fatayat NU Jawa Tengah bekerja sama dengan Kementerian Agama RI di Hotel Grasia Semarang, Ahad (13/9/2026).

Menurut Saiful, masyarakat saat ini semakin banyak beraktivitas di dunia maya. Karena itu, dakwah tidak cukup hanya dilakukan melalui ruang-ruang pertemuan secara langsung, tetapi juga perlu hadir di media sosial.

“Di era digital, masyarakat kini lebih banyak beraktivitas di dunia maya dibandingkan dunia nyata. Karena itu, dakwah harus mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman,” katanya.

Ia mendorong Fatayat memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan melalui konten edukatif yang dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Saiful juga menekankan pentingnya menjadikan keluarga sebagai sasaran utama dakwah. Menurutnya, ibu memiliki peran penting sebagai benteng keluarga, sehingga keluarga harus menjadi tempat pertama dalam menanamkan nilai-nilai agama dan kebaikan.

“Dakwah pertama dan utama dimulai dari keluarga,” ujarnya.

Selain memperkuat dakwah keluarga dan digital, Saiful meminta Fatayat NU memberikan warna positif di tengah masyarakat melalui majelis taklim dan berbagai program pemberdayaan.

Pemberdayaan tersebut, lanjutnya, tidak hanya berkaitan dengan bidang keagamaan, tetapi juga ekonomi. Edukasi ekonomi diperlukan agar masyarakat memiliki ketahanan finansial dan tidak mudah terjerat pinjaman online (pinjol).

Fatayat juga dinilai dapat berperan dalam memberikan edukasi dan pendampingan untuk mencegah gamophobia atau ketakutan untuk menikah.

Lebih lanjut, Saiful menyampaikan bahwa Kemenag membuka peluang luas bagi Fatayat NU untuk berkolaborasi dalam memberikan layanan keagamaan kepada masyarakat, termasuk melalui kerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA).

Ia juga mengajak Fatayat untuk turut ngopeni atau memperhatikan madrasah dan Raudhatul Athfal (RA), serta menjalin kerja sama dengan Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAIS) dalam mengawal pendidikan Islam.

Dalam menjalankan dakwah, Saiful menegaskan bahwa penyampaian pemahaman keagamaan perlu berjalan beriringan dengan penanaman rasa kebangsaan.

“Dalam berdakwah, kita tidak hanya memberikan pemahaman keagamaan, tetapi juga perlu menanamkan rasa kebangsaan dan menumbuhkan kecintaan terhadap Tanah Air,” katanya.

Pelatihan yang mengusung tema “Menguatkan Peran Fatayat sebagai Konselor Keluarga Sakinah dalam Mewujudkan Ketahanan Keluarga di Era Digital” tersebut diikuti 90 peserta, terdiri atas 74 perwakilan PC Fatayat NU se-Jawa Tengah dan 16 pengurus PW Fatayat NU Jawa Tengah.

Turut hadir Ketua dan Sekretaris Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Tengah Hj. Tazkiyyatul Muthmainnah, dan Sholkhah Mufrikhah. (Yuliana/adb)

Comments