Dari Ngaji Online PCINU Jerman
Dr Farida Ulvi Nikmah: Ketakwaan Penentu Kemuliaan di Sisi Allah

0
401
Dr Farida Ulvi Nikmah/ ilustrasi: istimewa

BERLIN, Suaranahdliyin.com – Dalam Islam, posisi perempuan sangat dimuliakan. Lewat ngaji online bersama PCINU Jerman, Neng Dr. Farida Ulvi Nikmah membedah kajian Al-Qur’an dan hadits yang membahas perempuan.

Ngaji online bertema “Islam memuliakan Perempuan” ini berlangsung pada Ahad (20/2/2022) melalui Zoom Meeting. Menyinggung soal tema yang diangkat, KH Ma’ruf Khozin, menyampaikan bahwa peran Islam memuliakan perempuan bukan ingin menghadirkan gerakan feminisme.

“Tidak sampai seperti itu, artinya Islam menempatkan perempuan secara proporsional, memuliakan perempuan selayaknya dan dalam koridor tertentu tetap dijaga,” kata KH Ma’ruf, dikutip Suaranahdliyin.com dari Channel TVNU, Senin (21/02/2022).

Ning Dr Farida Ulvi Nikmah, salah satu pemateri, mengatakan, bahwa diskusi bertema perempuan terus terus digaungkan, untuk menguatkan para sosok perempuan yang masih dalam kondisi yang belum baik.

“Bukan untuk menabrak rambu atau melawan kaum laki-laki, tetapi lebih ke menemani, menguatkan dan menyemangati perempuan,” tuturnya.

Dia pun menjelaskan tiga poin yang menjadi pokok pembahasan, mulai dari kondisi perempuan sebelum Islam, deklarasi kemanusiaan perempuan, dan kompilasi hadis tentang perempuan.

“Sebelum Islam datang, status wanita saat itu diragukan. Posisi perempuan dianggap sebagai kelas dua, sosok yang tidak penting, bahkan cenderung sebagai harta benda. Ini kondisi yang sangat menyedihkan,” ungkapnya.

Padahal, sambungnya, eksistensi perempuan sebagai manusia seutuhnya sudah ditegaskan dalam Al-Qur’an surat al-Hujurat ayat 13. Bahwa “Perempuan itu manusia seutuhnya, ketakwaan sebagai penentu kemuliaan di sisi Allah dan tidak ditentukan dengan jenis kelamin, suku bangsa atau etnik tertentu”.

Perempuan bukan hamba laki-laki sebab keduanya adalah hamba Allah. Selain itu, standar laki-laki dan perempuan dalam Islam adalah sama, yaitu menjalankan rukun Islam. “Keduanya diwajibkan berikrar syahadat, salat, zakat, puasa, dan haji,” lanjutnya.

Terkait hadis yang menjelaskan tentang perempuan, Dr Farida menyebutkan prinsip relasi antara laki-laki dan perempuan adalah sama. Setiap manusia adalah saudara, mengutamakan maslahat menolak mudharat, dan diwajibkan untuk berperilaku baik antarsesama.

Dia juga menunjukkan beberapa hadis yang menganjurkan untuk memuliakan dan menghormati perempuan. “Islam mengakui peran domestik perempuan, ini tentang hadis siapa yang harus saya rawat, jawab nabi ibumu, ibumu, ibumu dan seterusnya,” terangnya.

Selain itu, paparnya, Islam mengajarkan menyambut perempuan dengan ceria, Islam mengakui kerja perempuan di ruang publik. “Dan Islam menjamin keamanan perempuan dalam menyatakan pendapat,” katanya. (hasyim/ adb, rid)

Comments