Di Tengah Pandemi, Pelajar NU Harus Tetap Kreatif dan Produktif 

0
254
Rahman Jaya dan Sekretaris IPPNU Kota Metro Lampung Novilia Setia Ningrum dalam obrolan santai melalui medsos

BATANG,Suaranhdliyin.com –  Pada masa pandemi sekarang ini, pelajar NU didorong tetap kreatif dan produktif. Pelajar NU harus tetap menyampaikan pesan kebaikan dengan bahasa yang romantis.

Demikian yang mengemuka dalam obrolan santai tim media generari Pelajar NU Rahman Jaya bersama sekretaris Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama kota Metro Provinsi Lampung Novilia Setia Ningrum melalui akun media sosial, Ahad (17/5/2020).

Rahman mengatakan para pelajar sangat membutuhkan diskusi-diskusi maupun obrolan yang menghibur. Kareanya ia memilih tema yang menarik yakni “untuk tetap romantis disaat pikiran kritis”.

“Selama pandemi semua sistem pembelajaran mereka mengunakan sistem daring (online) yang membuat suntuk maupun kurangnya penjelasan untuk memahaminya sehingga memerlukan obrolan santai,” tutur Rahman aktivis IPNU asal Batang.

Ia pun menambahkan, melihat situasi yang begitu kita sebagai Ikatan Pelajar Nahdaltul Ulama’ (IPNU ) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdaltul Ulama’ (IPPNU) yang bergerak di gerbang NU harus hadir dan membuat mereka tidak bosan untuk dirumah,. Salah satunya dengan melakukan kegiatan yang kreatif di media sosial.

“Bisa dengan tulisan-tulisan ringan, atau kata kata yang romantis yang membuat semangat juga menghibur, seperti halnya kemarin yang dilakukan teman teman IPNU batang membuat Lomba Vidio Vidgram,”jelasnya.

Hal itu juga di benarkan lawan bicaranya Novila, dengan melakukan hal hal yang menghibur di kalangan pelajar itu sudah menjadi tanggung  jawab bersama. Terlebih sebagai pengurus atau aktivis IPNU-IPPNU harus selalu produktif.

“Pelajar tetap bisa produktif dengan mengikuti lomba-lomba maupun forum-forum diskusi yang menghibur. Meskipun dalam masa pandemi, pelajar  tidak terbatasi untuk tetap berkarya , selain mengerjakan pelajaran sekolah maupun aktivitas di rumah membantu pekerjaan orang tua,”imbuhnya..

Obrolan online berlangsung sekitar satu jam lebih, yang juga membahas curhatan-curhatan pelajar ditengah pandemi, selain itu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh penonton obrolan tersebut.(Yuli Agustina/adb)

Comments