Cak Nun Ajarkan Pentingnya Memiliki Karakter

0
1002
Cak Nun menyampaikan banyak hal di SMA N 2 Kudus (Sumber : @orion.bima)

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Budayawan Emha Ainun Nadjib(Cak Nun) mengajarkan pentingnya memiliki karakter sebagai laku hidup. Menurutnya, sebuah karakter hendaknya menjadi ciri khas bagi seseorang yang tidak boleh dipengaruhi oleh apapun. Karakter merupakan jati diri manusia yang bisa dijadikan bekal dalam menjalani keseharian.

Untuk memperjelas diskusi malam itu Cak Nun mengajak beberapa siswa-siswi SMA N 2 Kudus untuk naik ke atas panggung dan menjawab pertanyaan yang ia lontarkan. Kepada mereka ditanyakan perihal perbedaan karakter dari setiap manusia menurut asalnya.

“Orang Kudus dengan orang Makassar beda atau sama? Beda. Dari segi apanya?” tanya Cak Nun kepada pelajar dan jamaah yang hadir di Lapangan SMA N 2 Kudus, Purwosari, Rabu (04/09/19).

Salah satu dari siswa-siswi itu pun menjawabnya. Perbedaan diantara orang Kudus dan orang Makassar, kata dia, ada pada bahasa, logat, sikap, kesukaan serta kebiasaannya. Membenarkan hal itu, Cak Nun kembali menegaskan dengan pengibaratan hewan dan tumbuhan.

“Bisa tidak kelapa berbuah nangka? Tidak bisa. Kambing dengan Sapi beda atau sama? Beda. Begitu juga kalian kalau Islam jangan lantas jadi Arab, harus tetap jadi dirimu sendiri,” tandas suami Novia Kolopaking itu.

Selanjutnya, Cak Nun juga menjelaskan banyak hal tentang kelebihan budaya Jawa, utamanya Kudus. Menurutnya, karakter yang dimiliki oleh orang Kudus adalah salah satu yang terbaik. Hal itu didasarkan pada adat tidak menyembelih Sapi atas ajaran toleransi mulai era Sunan Kudus hingga sekarang.

“Kalau kamu orang Kudus, selamanya harus jadi Kudus. Ini terbaik, di sini tidak ada soto Sapi karena menghormati orang Hindu seperti ajaran Sunan Kudus berabad tahun yang lalu,” tutur Cak Nun.

Begitu pentingnya sebuah karakter manusia, imbuh Cak Nun, makanya di Jawa itu sampai ada 18 tingkat atau urutan nasab. Demikian itu supaya kita semua ini tidak lupa asal usul kita. Memahami sejarah itu penting supaya kita bisa menyusun masa depan yang jauh.

“Jadi, pahami lah Jawamu, (makanya) Kacang Ojo Ninggal Lanjaran,” pesannya.

Seperti biasanya,acara Sinau Bareng Cak Nun ini dihadiri oleh ribuan jamaah dari berbagaupwnjuru. Hanya saja kali ini terasa lebih special sebab diadakan dalam rangka Milad SMA N 2 Kudus. Hadir pula pada kesempatan itu beberapa tokoh budayawan dan akademisi. Tak ketinggalan pula grup Kiai Kanjeng yang menambah syahdu suasana dengan suguhan musik dan lagu yang menghibur. (rid/adb)

Comments