Baru Terbentuk, Lembaga “Sahabat Sorban Peduli” Santuni Ibu Anak Yatim

0
491
Tim Sahabat Sorban Perduli menyerahkan santunan kepada Ibu Pani, kemarin.

KUDUS,Suaranahdliyin.com –  Meski baru terbentuk, Lembaga “Sahabat Sorban Peduli” dibawah naungan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor Kota Kudus mulai menunjukkan aksinya. Jum’at kemarin (29/4/2022), mereka memberikan santunan kepada Ibu Pani (ibunda dari 7 anak yatim) warga Wergu Kulon Rt 3 Rw 2 kecamatan Kota.

Menurut salah seorang penggagas H. Ubaidillah Andoko, lembaga ini terbentuk dari hasil jagongan beberapa kader Ansor kecamatan kota yang sudah purna mengemban amanah organisasi. Mereka menginginkan sebuah wadah kader Ansor purna supaya masih bisa saling ketemu dan berinteraksi

“Akhirnya mengerucut sebuah wadah bernama Sahabat Sorban peduli. Dan, Insya Allah bulan Syawal kami deklarasikan,”ujarnya kepada Suaranahdliyin.com, Sabtu (30/4/2022).

H. Andoko menjelaskan Sahabat Sorban Peduli ini akan bergerak pada bidang sosial kemanusiaan dengan prioritas anak yatim dan kaum dhuafa. Pihaknya juga merencanakan program pengantaran orang sakit yang mau  berobat ke rumah sakit.

“Santunan kepada ibu Pani (istri almarhum kiai Selamet /guru Qudsiyah) menjadi program sosial perdana yang kami berikan berupa sembako, uang tunai dan bingkisan lebaran,”terangnya.

Ketua PAC GP Ansor Kota Izzul Ma’ali menyambut baik lahirnya lembaga baru tersebut. Ia mengharapkan keberadaan lembaga ini mampu memperkuat kepedulian sosial kader-kader Ansor terhadap sesama.

“Setidaknya, program-program sosial Sahabat Sorban Peduli mampu menambah kebahagiaan putra-putri dan keluarga yatim.”ujarnya.

Dalam santunan kepada Ibu Pani ini, Izzul mengharapkan ke depan bisa berlanjut membantu biaya pendidikan putra-putrinya. “Insya Allah, semoga bisa terlaksana,”imbuhnya seraya mengucapkan terima kasih kepada para donator.

Beberapa kader purna yang menggawangi lahirnya Sahabat Sorban Peduli diantaranya mantan ketua PAC GP Ansor Kota Muhammad Fatchul Munif, H. Ubadillah Andoko, Syaifudin Zuhri, Khoirul Amala dan Ali Mustofa.(adb/ros)

Comments