Akhwan Ajak Masyarakat Kembali Gaungkan Media Tradisional di Era Digital

0
625
Sosialisasi media tradisional sebagai sarana media komunikasi yang dihadiri anggota DPRD Jateng H. Ahwan Sukandar

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Seiring perkembangan teknologi dan informasi modern, media tradisional mulai jarang digunakan oleh masyarakat. Padahal, selain bermanfaat sebagai alat komunikasi, media tradisional juga memiliki banyak manfaat lain.

Demikian itu terkemuka dalam sosialisasi kebijakan bertema “Media tradisional sebagai sarana media komunikasi pembangunan masyarakat” di Balai desa Besito, Kecamatan Gebog, Kudus, Jumat (10/2/2023) sore.

“Media tradisional meski dibilang kurang efisien, tapi memuat banyak manfaat edukasi dan gotongroyong,” kata H. Akhwan Sukandar anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Fraksi Partai Nasdem.

Generasi muda misalnya, imbuh Akhwan, banyak yang kelewat batas dan berperilaku menyimpang karena terbawa arus media informasi modern. Menurutnya, media tradisional bisa jadi benteng sebab memiliki muatan kearifan lokal yang mengedukasi mereka.

“Nilai moral seperti kebaikan, gotong royong, budi pekerti, akhlak, hingga syiar agama selalu berhasil disampaikan dengan media tradisional. Artinya, itu (media tradisional) juga bisa menjadi alat mengajak kebaikan dan mempersatukan masyarakat,” paparnya.

Kendati demikian, ia tak mempersalahkan masyarakat yang mengikuti perkembangan teknologi, karena memang sudah masanya. Hanya saja ia tetap menghimbau supaya tidak terbawa oleh arusnya.

“Mengikuti boleh saja. Asalkan tidak terbawa arus dan tidak meninggalkan budaya kita,” pesannya.

Senada dengan hal itu, tokoh masyarakat Kecamatan Gebog, H. Ahmad Wafiy Baq menerangkan media tradisional sebagai budaya lokal yang perlu dilestarikan.

“Media tradisional ini berasal dari hasil karya, hasil pikiran dan hasil perilaku kita yang sudah menjadi budaya leluhur,” paparnya.

Pihaknya sepakat dan berharap, melalui agenda sosialisasi ini dapat menyadarkan kembali dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama melestarikan teknologi tradisional yang ada.

“Kita bisa memanfaatkan teknologi untuk melestarikan media tradisional, seperti bermain angklung atau alat musik tradisional lalu disampaikan (share, red) lewat teknologi,” imbuhnya.

Sosialisasi ini dihadiri oleh 100 peserta dari berbagai unsur masyarakat. Panitia juga menghadirkan beberapa pelaku media tradisional dan memberinya kesempatan untuk tampil menghibur tamu yang hadir. (sim/rid)

Comments